kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Masih Ada Ruang Negosiasi, Indonesia Ingin CPO Hingga Nikel Bebas Tarif AS


Senin, 21 Juli 2025 / 06:15 WIB
Masih Ada Ruang Negosiasi, Indonesia Ingin CPO Hingga Nikel Bebas Tarif AS
ILUSTRASI. Pemerintah berupaya melakukan negosiasi agar mendapatkan tarif 0% untuk sejumlah komoditas ekspor unggulan ke Amerika Serikat (AS).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mengupayakan melakukan negosiasi agar mendapatkan tarif 0% untuk sejumlah komoditas ekspor unggulan ke Amerika Serikat (AS).

Negosiasi ini terus dilakukan meski Indonesia telah mendapatkan penurunan tarif resiprokal dari 32% menjadi 19%.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, negosiasi tarif 0% ini diupayakan untuk komoditas unggulan, seperti crude palm oil (CPO), kopi, kakao, hingga nikel.

Baca Juga: Tak Semua Produk AS yang Diimpor ke Indonesia Bebas Tarif, Barang Ini Dikecualikan

"Jadi, kemarin Bapak Presiden menyampaikan bahwa tarif resiprokal kita kemarin dari Trump sudah memutuskan final 19%, tapi masih ada ruang negosiasi di sana," ujar Susiwijono kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/7).

Dengan begitu, Susiwijono berharap bahwa tidak semua produk Indonesia terkena tarif resiprokal 19% dari AS.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang mengajukan kelompok-kelompok komoditas yang diharapkan bisa mendapatkan tarif 0%.

"Kita yakin akan bisa negokan sampai 0%. Kelompok-kelompok komoditasnya mungkin nanti masih akan bertambah. Kita belum punya list pastinya, kan kita ajukan ke mereka," jelasnya.

Di sisi lain, ia menyebut, dibandingkan negara-negara yang menjadi penyebab defisit perdagangan bagi AS, Indonesia dinilai masih yang paling rendah dikenakan tarif oleh Amerika. 

Baca Juga: Penurunan Tarif Impor AS, Membuka Peluang Ekspor CPO

Bahkan dibandingkan sesama negara ASEAN, Indonesia termasuk yang paling kompetitif, di luar Singapura yang justru memberi surplus bagi Amerika.

"Jadi sangat kompetitif tarif kita, bahkan sekarang posisinya masih paling rendah di antara negara-negara yang membuat Amerika defisit," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×