Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah menargetkan stabilitas harga tetap terjaga pada 2027. Presiden Prabowo Subianto menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5% dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
“Inflasi akan kita jaga pada kisaran 2,5%,” tutur Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke 1 tahun Sidang 2026-2027 dan Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) TA 2026, Jumat (14/8/2026).
Target inflasi 2,5% tersebut sama dengan sasaran yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2026. Dengan demikian, pemerintah masih mempertahankan target stabilitas harga pada level yang sama untuk tahun anggaran berikutnya.
Sebelumnya, pemerintah bersama DPR telah menyepakati kisaran indikator asumsi dasar ekonomi makro untuk inflasi dalam RAPBN 2027 berada pada rentang 1,5% hingga 3,5%. Adapun titik tengah atau proyeksi moderat tingkat inflasi ditetapkan sekitar 2,5%.
Baca Juga: Kejar Target Pajak pada 2027, Purbaya Buka Peluang Pengenaan Pajak Baru
Target tersebut akan menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan kebijakan fiskal 2027, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda pada Juli 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 mencatat inflasi tahunan sebesar 2,88% year on year (yoy).
Realisasi tersebut turun dibandingkan inflasi pada Juni 2026 yang mencapai 3,34% yoy. Namun, angka inflasi Juli 2026 masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 2,37% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
