Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara sampai akhir tahun 2025 mencapai Rp 3.451,4 triliun pada Desember 2025, atau setara 95,3% dari pagu APBN 2025.
Dalam perinciannya, belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.602,3 triliun atau sekitar 96,3% dari pagu APBN 2025. Dari realisasi tersebut, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 1.500,4 triliun atau 129,3% dari pagu. Belanja non K/L sebesar Rp 1.102 triliun, atau 71,5% dari pagu.
Sementara belanja pos Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 849 triliun, atau 92,3% dari pagu APBN 2025.
Purbaya menyebut meski penerimaan negara yang seret, pihaknya tidak memotong anggaran belanja dikarenakan untuk menjaga perekonomian nasional yang sedang melemah, dengan pemberian stimulus.
Baca Juga: Melebar! Purbaya Lapor Defisit APBN 2025 Tembus 2,92% PDB
"Kalau ekonominya sedang turun ke bawah, kami harus memberikan stimulus ke perekonomian," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Januari 2026, Kamis (8/5/2026).
Lebih lanjut, ia menyebut meski belanja membengkak sementara penerimaan menurun, pemerintah tetap menjaga defisit APBN 2025 di bawah 3%.
"Kita tetap jaga, kita pastikan bahwa defisit tidak di atas 3%," pungkasnya.
Selanjutnya: Beban Jumbo MBG hingga Subsidi Energi, Ekonom Ingatkan Risiko Bias Anggaran
Menarik Dibaca: Memilih Hunian Nyaman, Ini Tips Praktis Sebelum Membeli Rumah dari Park Serpong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













