kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.560   30,00   0,17%
  • IDX 6.762   -96,42   -1,41%
  • KOMPAS100 900   -15,63   -1,71%
  • LQ45 660   -9,43   -1,41%
  • ISSI 245   -2,88   -1,16%
  • IDX30 373   -4,03   -1,07%
  • IDXHIDIV20 456   -5,52   -1,20%
  • IDX80 103   -1,36   -1,30%
  • IDXV30 130   -1,39   -1,05%
  • IDXQ30 119   -1,31   -1,09%

Purbaya: Realsiasi Belanja Negara Mencapai Rp 3.451,4 Triliun Sampai Akhir Tahun 2025


Kamis, 08 Januari 2026 / 14:42 WIB
Purbaya: Realsiasi Belanja Negara Mencapai Rp 3.451,4 Triliun Sampai Akhir Tahun 2025
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara sampai akhir tahun 2025 mencapai Rp 3.451,4 triliun pada Desember 2025 (KONTAN/Kontan)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara sampai akhir tahun 2025 mencapai Rp 3.451,4 triliun pada Desember 2025, atau setara 95,3% dari pagu APBN 2025.

Dalam perinciannya, belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.602,3 triliun atau sekitar 96,3% dari pagu APBN 2025. Dari realisasi tersebut, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 1.500,4 triliun atau 129,3% dari pagu. Belanja non K/L sebesar Rp 1.102 triliun, atau 71,5% dari pagu.

Sementara belanja pos Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 849 triliun, atau 92,3% dari pagu APBN 2025.

Purbaya menyebut meski penerimaan negara yang seret, pihaknya tidak memotong anggaran belanja dikarenakan untuk menjaga perekonomian nasional yang sedang melemah, dengan pemberian stimulus.

Baca Juga: Melebar! Purbaya Lapor Defisit APBN 2025 Tembus 2,92% PDB

"Kalau ekonominya sedang turun ke bawah, kami harus memberikan stimulus ke perekonomian," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Januari 2026, Kamis (8/5/2026).

Lebih lanjut, ia menyebut meski belanja membengkak sementara penerimaan menurun, pemerintah tetap menjaga defisit APBN 2025 di bawah 3%.

"Kita tetap jaga, kita pastikan bahwa defisit tidak di atas 3%," pungkasnya.

Selanjutnya: Beban Jumbo MBG hingga Subsidi Energi, Ekonom Ingatkan Risiko Bias Anggaran

Menarik Dibaca: Memilih Hunian Nyaman, Ini Tips Praktis Sebelum Membeli Rumah dari Park Serpong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×