kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Purbaya Akui Kecewa Dicopot, tapi Sudah Menduga Bakal Diganti


Selasa, 15 September 2026 / 16:25 WIB
Purbaya Akui Kecewa Dicopot, tapi Sudah Menduga Bakal Diganti
ILUSTRASI. Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (ANTARA FOTO/FAUZAN)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecewa setelah dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, Purbaya menyebut dirinya sudah menduga keputusan tersebut kemungkinan terjadi.

Prabowo secara mendadak mencopot Purbaya dari posisi Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026) dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Baca Juga: Meski Kesal Dipecat Lewat Telpon, Purbaya Sebut Lebih Happy dan Bisa Tidur Nyenyak

Keputusan tersebut mengejutkan pasar, tetapi juga dipandang sebagai upaya pemerintah memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal Indonesia.

Usai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Purbaya mengatakan dirinya mengetahui pemberhentian tersebut melalui sambungan telepon dari juru bicara Presiden Prasetyo Hadi pada Senin.

Purbaya bahkan sempat terlihat menerima telepon dan meninggalkan rapat di parlemen beberapa jam sebelum Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan.

"Semalam, sulit untuk tidur. Saya kecewa, tetapi sekarang sudah tidak terlalu buruk," kata Purbaya kepada wartawan, Selasa (15/9/2026), dikutip Reuters.

"Malam ini saya bisa tidur nyenyak," lanjutnya.

Purbaya mengatakan dirinya sebenarnya sudah setengah menduga akan dicopot dari jabatan tersebut karena keputusan yang baru-baru ini diambilnya. Namun, ia tidak menjelaskan keputusan yang dimaksud.

Meski demikian, Purbaya menyatakan tidak memiliki perbedaan kebijakan dengan Presiden Prabowo. Ia menyebut pencopotannya sebagian berkaitan dengan perbedaan pandangan dengan sejumlah pejabat lain.

Baca Juga: Suahasil Jadi Menkeu, Ini Tantangan Besar Ekonomi Prabowo

Kinerja Ekonomi dan Tekanan Fiskal

Pencopotan Purbaya terjadi hanya beberapa hari setelah dirinya genap satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Pergantian tersebut berlangsung ketika perekonomian Indonesia menghadapi persoalan kepercayaan dari investor dan analis.

Kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo telah menjadi sorotan sejak Presiden mulai menjabat pada Oktober 2024, terutama karena berbagai janji kampanye membutuhkan anggaran besar.

Selama masa jabatannya, Purbaya dikenal sebagai pejabat yang terbuka dan blak-blakan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercatat berada pada laju tercepat dalam tiga tahun.

Namun, pada saat yang sama, Indonesia mencatat defisit anggaran terlebar dalam lebih dari 20 tahun di luar periode pandemi. Prospek peringkat kredit Indonesia juga diturunkan oleh lembaga pemeringkat Fitch dan Moody's.

Arus modal keluar juga meningkat sepanjang tahun ini dan menekan rupiah hingga mencapai rekor terlemah.

Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran mengenai disiplin fiskal, intervensi terhadap bank sentral, serta persoalan transparansi di pasar modal, di tengah meningkatnya aversi risiko global akibat perang di Timur Tengah.

Purbaya menilai masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan cukup baik. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi yang meningkat selama periode tersebut.

Kini, setelah tidak lagi menjabat, Purbaya mengatakan akan menikmati masa pensiun dengan memancing di kolam yang berada di belakang rumahnya.

Baca Juga: Bea Cukai Selamatkan Rp 8,5 Miliar Penerimaan Negara dari Penyelundupan Emas

Dunia Usaha Harap Kebijakan Tidak Berubah Mendadak

Sementara itu, Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara meminta seluruh pemangku kepentingan membuka ruang untuk bekerja sama.

Ia berjanji menjaga kredibilitas fiskal Indonesia dan mematuhi batas defisit anggaran yang ditetapkan dalam undang-undang, yakni maksimal 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Suahasil merupakan teknokrat berpengalaman dan telah dikenal oleh investor maupun analis. Sejumlah analis menilai penunjukannya berpotensi memberikan rasa tenang bagi pasar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani berharap Suahasil dapat menjaga kesinambungan kebijakan dan pemahaman terhadap institusi.

"Kami berharap kesinambungan ini membantu memastikan bahwa transisi kepemimpinan tidak menyebabkan perubahan arah kebijakan secara tiba-tiba," kata Shinta.

Menurut Shinta, dunia usaha memahami pentingnya menjaga kesehatan anggaran negara sekaligus keterbatasan ruang fiskal pemerintah.

Namun, dukungan pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi tetap diperlukan guna menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi dan meningkatkan produktivitas nasional.

Baca Juga: Ada Kuota US$ 2 Miliar, Kemenkeu Bakal Terbitkan Global Bond pada Sisa Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×