kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Proyek SPAM Umbulan Rp 2 triliun rampung, Jokowi minta tersambung ke masyarakat


Senin, 22 Maret 2021 / 15:12 WIB
Proyek SPAM Umbulan Rp 2 triliun rampung, Jokowi minta tersambung ke masyarakat
Presiden Joko Widodo meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur, Senin (22/3).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Senin (22/3). Usai diresmikan, Jokowi meminta penyambungan aliran air dari SPAM Umbulan ke masyarakat segera dilakukan.

Pembangunan SPAM yang memakan biaya hingga Rp 2 triliun tersebut diharapkan tak berhenti. Penyambungan pipa ke rumah tangga harus dilakukan agar SPAM memberi manfaat kepada masyarakat.

"Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga ini terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas," ujar Jokowi saat meresmikan SPAM Umbulan, Senin (22/3).

Baca Juga: Kementerian PUPR dorong KPBU untuk capai target 10 juta sambungan air minum baru

Perlu perundingan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab dalam berlanjutnya proyek SPAM tersebut. Apakah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau pun pemerintah daerah.

SPAM Umbulan memiliki kapastias maksimal mencapai 4.000 liter per detik. Namun, hingga saat ini masih digunakan sebanyak 900 liter per detik.

"Artinya masih ada 80% yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga," terang Jokowi.

Jokowi menyebut, banyak contoh infrastruktur yang tak tersambung pada tujuan utama. Salah satunya berkaitan dengan pembangunan waduk untuk pengairan sawah.

"Irigasi primer sudah disiapkan, tapi untuk yang sekunder dan tersier tidak ada. Terus airnya sampai ke sawah lewat mana?" ungkap Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menggunakan SPAM tersebut. Sehingga infrastruktur yang dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) ini bisa bermanfaat.

Selanjutnya: Sejarah perkembangan penyediaan air minum di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×