kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pramono: Hotel bintang lima terfavorit itu bernama Rutan Brimob


Selasa, 16 November 2010 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. Dian Ayu Lestari


Reporter: Lamgiat Siringoringo |

JAKARTA. Rumah tahanan (rutan) Brimob Kelapa Dua, Depok merupakan surga bagi para polisi dan tahanan di dalamnya. Kasus keluarnya terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan dari rutan tersebut membuktikan jika para tahanan bisa dengan mudahnya keluar dari tempat tersebut. Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan, tahanan seperti Gayus saja bisa melenggang ke Bali dengan begitu mudahnya, apalagi orang lain yang punya duit lebih banyak.

Pramono menuding rutan Brimob itu seringkali dipilih oleh para tahanan yang punya kasus seksi dan bernilai ekonomi tinggi. “Tahanan seperti memilih hotel bintang lima, Rutan brimob yang terfavorit” ujar Pramono, Selasa (16/11).

Kasus Gayus ini bisa dipakai oleh Kapolri anyar untuk mengubah aturan soal rutan tersebut. Pasalnya, efek kasus Gayus ini membuat masyarakat pesimis dengan reformasi yang dilakukan oleh Polri.

Gayus, mantan pegawai Ditjen Pajak, akhirnya mengakui juga jika dirinya memang keluar dari penjara dan pergi ke Bali. Kepergian Gayus ke Bali ini pertamakali terungkap oleh fotografer KOMPAS yang meliput pertandingan tenis di Bali. Polisi sendiri sudah mengambil tindakan terhadap petugas yang menjaga rutan Brimob.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×