kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.723   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.304   -67,09   -1,05%
  • KOMPAS100 835   -8,55   -1,01%
  • LQ45 633   -1,97   -0,31%
  • ISSI 225   -3,47   -1,52%
  • IDX30 361   -0,12   -0,03%
  • IDXHIDIV20 449   1,40   0,31%
  • IDX80 96   -0,89   -0,92%
  • IDXV30 124   -1,16   -0,92%
  • IDXQ30 118   0,71   0,60%

Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5% dan Defisit 2,4% pada 2027


Rabu, 20 Mei 2026 / 10:39 WIB
Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5% dan Defisit 2,4% pada 2027
ILUSTRASI. Presiden Prabowo hadiri KTT ke-48 ASEAN (ANTARA FOTO/HO-BPMI)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di DPR RI, Rabu (20/5/2026), dengan menekankan pentingnya APBN sebagai instrumen menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pada 2027 sebagai pijakan menuju target pertumbuhan 8% pada 2029.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan penyusunan RAPBN 2027 dilakukan di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi dunia yang dipenuhi konflik, ketegangan, dan perang di berbagai kawasan seperti Eropa dan Timur Tengah.

Baca Juga: Dianggap tak Berdasar, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7% Pemerintah Kelewat Pede

Menurutnya, dampak kondisi global tersebut tetap berpengaruh besar terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Karena itu, Prabowo memilih menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah. Ia menilai APBN bukan sekadar instrumen keuangan negara, melainkan alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

“APBN adalah alat melindungi dan memperkokoh dasar ekonomi bangsa,” ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Dalam KEM-PPKF 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara berada di kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pendapatan tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Sementara itu, belanja negara dipatok pada kisaran 13,62% hingga 14,80% terhadap PDB guna menopang pembangunan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Adapun defisit APBN 2027 dijaga di rentang 1,80% hingga 2,40% terhadap PDB.

Baca Juga: Prabowo Buka Opsi Pelebaran Defisit APBN, Namun Tetap Jadi Pilihan Terakhir

Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro 2027. Inflasi diperkirakan berada di level 1,5% hingga 3,5%, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada kisaran 6,5% hingga 7,3%.

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia ditargetkan berada pada kisaran US$70 hingga US$95 per barel.

Untuk sektor hulu migas, lifting minyak bumi dipatok sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas bumi ditargetkan mencapai 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.

Selain fokus menjaga stabilitas fiskal, pemerintah juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan pada 2027. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0% hingga 6,5%, sementara tingkat pengangguran terbuka diarahkan berada di kisaran 4,30% hingga 4,87%.

Baca Juga: Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali

Pemerintah juga menargetkan rasio gini pada level 0,362 hingga 0,367, indeks modal manusia sebesar 0,575, serta peningkatan indeks kesejahteraan petani menjadi 0,8038. Di sisi ketenagakerjaan, proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×