Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mematok nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka tersebut tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang menjadi modal awal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rentang kurs tersebut lebih lemah dibanding asumsi APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp 16.500 per dolar AS.
Baca Juga: KEM-PPKF 2027: Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,5%
Asumsi nilai tukar itu menjadi salah satu indikator utama dalam penyusunan kebijakan fiskal dan APBN 2027.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita stabil di mata uang dunia," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Selain nilai tukar, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8% hingga 6,5% dengan inflasi dijaga pada level 1,5% hingga 3,5%.
Sementara itu, tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di kisaran 6,5% hingga 7,3%.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5% dan Defisit 2,4% pada 2027
Adapun harga minyak mentah Indonesia diproyeksikan berada pada rentang 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













