kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Asumsi Makro 2027: Rupiah Diproyeksi di Kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 per Dolar AS


Rabu, 20 Mei 2026 / 10:49 WIB
Asumsi Makro 2027: Rupiah Diproyeksi di Kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 per Dolar AS
Presiden Prabowo Subianto (KONTAN/Youtube TV Parlemen)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mematok nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Angka tersebut tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang menjadi modal awal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rentang kurs tersebut lebih lemah dibanding asumsi APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp 16.500 per dolar AS. 

Baca Juga: KEM-PPKF 2027: Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,5%

Asumsi nilai tukar itu menjadi salah satu indikator utama dalam penyusunan kebijakan fiskal dan APBN 2027.

"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita stabil di mata uang dunia," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Selain nilai tukar, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8% hingga 6,5% dengan inflasi dijaga pada level 1,5% hingga 3,5%.

Sementara itu, tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di kisaran 6,5% hingga 7,3%. 

Baca Juga: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5% dan Defisit 2,4% pada 2027

Adapun harga minyak mentah Indonesia diproyeksikan berada pada rentang 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×