Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penilaian positif Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja para menteri di kabinetnya menuai kiritik dari kalangan ekonom.
Meskipun Prabowo mengaku menjadi saksi kerja keras para pembantunya, performa mayoritas pimpinan lembaga dinilai masih belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, ada kesenjangan antara pernyataan Presiden Prabowo dengan realitas di lapangan. Ia mencatat, meski ada segelintir menteri yang menunjukkan performa apik, namun sebagian besar anggota kabinet justru masih jalan di tempat.
"Beberapa menteri memang bekerja dengan kinerja baik, tetapi mayoritas menteri dan pimpinan lembaga masih belum menunjukkan kinerja yang memadai. Bahkan cukup banyak yang tidak terasa dampak keberadaannya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga: Aturan Baru! Menkeu Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa 2026 Untuk Koperasi Merah Putih
Wijayanto menyoroti kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja, sebagaimana tercermin dari laporan lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan MSCI. Menurutnya, ada tiga masalah serius yang belum direspons maksimal oleh jajaran menteri, yakni kualitas kebijakan, tata kelola pemerintahan, serta risiko fiskal yang kian membengkak.
Wijayanto mencontohkan, pernyataan Presiden bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibiayai dari penghematan anggaran Oni menunjukkan adanya potensi ketidakakuratan informasi yang diterima Presiden Prabbowo dari lingkaran dekatnya.
"Pak Prabowo sebagai pimpinan memang tidak akan menyalahkan anak buahnya di depan publik, atau ada kemungkinan beliau mendapatkan update yang tidak akurat dari lingkaran satunya terkait data yang benar," kata Wijayanto.
Ia mengingatkan agar para pembantu Presiden di lingkaran dalam tidak hanya sekadar "main aman" dalam memberikan laporan perkembangan ekonomi. Wijayanto menegaskan, kejujuran data sangat penting agar pemerintah tidak salah dalam mengambil langkah mitigasi risiko fiskal ke depan.
"Lingkaran dekat beliau tidak boleh main aman. Jika mereka semua hanya ingin bermain aman, maka Indonesia yang menjadi tidak aman," kata Wijayanto.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pembantunya, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga kepala badan, atas kinerja mereka selama setahun terakhir di bawah kepemimpinannya.
"Saya ucapkan terima kasih kepada tim saya, kepada para menteri saya, para kepala badan, semua tim saya. Saya merasa bangga dengan prestasi Saudara-saudara, dengan kerja keras Saudara-saudara," kata Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa pihaknya telah menjadi saksi langsung atas kerja keras para pembantunya dalam menyiapkan program-program kesejahteraan untuk rakyat Indonesia.
Baca Juga: 50% Tenaga Kerja Tak Sesuai Kualifikasi, Imbas Permasalahan Struktural Ekonomi
Selanjutnya: Candaan Menkeu Purbaya di Wisuda UI: Gaji Kecil, Tapi Ada Jabatan Komisaris!
Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)