kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PPIH Arab Saudi 2026 Bentuk Satuan Operasi Armuzna untuk Kelancaran Puncak Haji


Kamis, 14 Mei 2026 / 16:46 WIB
PPIH Arab Saudi 2026 Bentuk Satuan Operasi Armuzna untuk Kelancaran Puncak Haji
ILUSTRASI. PPIH Arab Saudi membentuk Satuan Operasi Armuzna untuk Haji 2026. Layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi telah dimatangkan. Simak persiapan lengkapnya! (DOK/siti masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 membentuk Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna memastikan kesiapan layanan selama puncak ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Pembentukan satuan operasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan berbagai layanan utama bagi jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi menjelang fase Armuzna yang menjadi rangkaian inti pelaksanaan ibadah haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh, Maria Assegaff, mengatakan kesiapan infrastruktur dan layanan terus dimatangkan agar proses pergerakan jemaah berjalan lancar dan aman.

“Saat ini, kesiapan tenda di Arafah disebut telah mencapai 90%. Selain itu, layanan transportasi puncak haji berupa bus Masyair juga telah ditinjau guna memastikan kelancaran pengaturan pergerakan jemaah,” tutur Maria dalam konferensi pers, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga: PPIH: Hampir 88 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Ambil Miqat di Bir Ali

Menurut Maria, Satuan Operasi Armuzna juga telah menyiapkan sejumlah skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi hambatan, khususnya terkait kepadatan transportasi pada jalur Arafah–Muzdalifah maupun Muzdalifah–Mina.

Langkah mitigasi tersebut dinilai penting mengingat jutaan jemaah dari berbagai negara akan bergerak secara bersamaan pada waktu yang relatif berdekatan selama fase puncak haji.

Selain kesiapan layanan dan transportasi, PPIH Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik sejak dini. Jemaah diimbau mulai membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

Hal tersebut diperlukan karena pada masa puncak ibadah di Armuzna, jemaah berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki akibat kepadatan maupun pengaturan arus pergerakan.

Baca Juga: Kemenhaj: 152.724 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berangkat ke Arab Saudi

Maria menegaskan, kondisi cuaca panas di Arab Saudi serta padatnya aktivitas ibadah membutuhkan kesiapan stamina yang optimal agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

“Kami mengimbau jemaah untuk membatasi aktivitas yang tidak mendesak terutama di siang hari saat suhu udara sangat tinggi dan juga utamakan ibadah wajib perbanyak istirahat, menghemat tenaga kemudian mengkonsumsi makanan secara teratur dan tepat waktu dan juga penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum air putih minimal 4 teguk setiap 10 menit sekali,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×