kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Rupiah Keok, Purbaya Sudah Gelontorkan Rp 8 Triliun untuk Intervensi Pasar SBN


Kamis, 04 Juni 2026 / 15:55 WIB
Rupiah Keok, Purbaya Sudah Gelontorkan Rp 8 Triliun untuk Intervensi Pasar SBN
ILUSTRASI. APBN defisit Rp164,4 triliun April 2026 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pasar surat utang pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan melalui Bond Stabilization Fund (BSF) telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 8 triliun untuk melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut Purbaya, langkah tersebut dilakukan untuk meredam gejolak yang berpotensi muncul di pasar SBN seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap aset keuangan domestik.

Baca Juga: IHCBS 2026 Angkat Experience Summit yang Lebih AI-Centric dan Interaktif

"Mungkin Rp 8 triliun lebih yang di obligasi ya. Sebenarnya enggak boleh diomongin, tapi enggak apa-apa biar Anda tahu saya intervensi sedikit," ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui di Gedung Parlemen, Kamis (4/6).

Purbaya menilai intervensi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap pasar obligasi pemerintah. Hal itu tercermin dari pergerakan imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun yang masih terjaga stabil dan bahkan menunjukkan tren penurunan.

"Yield yang 10 tahun masih relatif stabil, cenderung turun. Jadi dampaknya ada ke surat utang kita," katanya.

Asal tahu saja, stabilitas yield SBN menjadi perhatian penting pemerintah karena kenaikan imbal hasil dapat meningkatkan biaya utang negara sekaligus menekan harga obligasi di pasar sekunder.

Pemerintah berharap kondisi pasar SBN tetap kondusif sehingga kebutuhan pembiayaan APBN dapat dipenuhi dengan biaya yang efisien, meskipun pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi.

Baca Juga: Danantara Rilis Merah Putih Bond, Menkeu: WNI Diberi Insentif, Bukan Dipaksa Dibeli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×