kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.928   28,00   0,16%
  • IDX 6.337   -3,05   -0,05%
  • KOMPAS100 837   -2,47   -0,29%
  • LQ45 633   -3,70   -0,58%
  • ISSI 217   -0,54   -0,25%
  • IDX30 357   -1,56   -0,44%
  • IDXHIDIV20 442   -1,60   -0,36%
  • IDX80 95   -0,45   -0,47%
  • IDXV30 119   0,17   0,15%
  • IDXQ30 114   -0,62   -0,54%

Posisi Sulit Pemerintah Hingga Putuskan Kerek Harga BBM


Selasa, 06 September 2022 / 18:57 WIB
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/9/2022). Posisi Sulit Pemerintah Hingga Putuskan Kerek Harga BBM.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Dari situ, cukup bisa dipahami berapa besar beban yang harus ditanggung pemerintah untuk mengimpor minyak mentah hingga mengolahnya menjadi bahan bakar seperti yang saat ini dikonsumsi masyarakat setiap harinya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, anggaran pemerintah tidak akan cukup mampu jika menahan subsidi terlalu lama.

"Pertama pemerintah memberikan subsidi terlalu banyak sehingga kalau dibebankan, lama-kelamaan anggaran pemerintah nggak cukup mampu," katanya.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pedagang Pasar Sebut Harga Sembako Mulai Terkerek

Namun, Tauhid mengatakan jika pemerintah harus pandai menyiasatinya. Apalagi harga minyak dunia saat ini sudah mengalami penurunan. Ia menyebut harusnya pemerintah masih mampu menahan subsidi.

"Sekarang minyak dunia kan di bawah US$ 90/barel, sementara asumsi perhitungan kemarin adalah pada perhitungan US$ 100/barel. Tentu saja dengan perubahan asumsi, maka anggaran subsidi tidak sebesar itu. Pemerintah harusnya masih kuat kasih subsidi," sambungnya.

Tauhid juga menyebut tidak semua anggaran pemerintah terserap. Artinya ada kemungkinan keuangan pemerintah surplus dan masih ada SiLPA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×