kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Posisi cadev September merosot, ini kata ekonom Samuel Aset Manajemen


Selasa, 08 Oktober 2019 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2019 merosot. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadev pada akhir bulan tersebut turun sebesar US$ 2,1 miliar menjadi US$ 124,2 miliar. 

Lalu, apakah penurunan cadev tersebut sebagai indikasi kinerja ekspor yang masih lemah?

Baca Juga: Benarkah penerimaan pajak baru mencapai Rp 912 triliun hingga 7 Oktober?

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, penurunan cadev pada September 2019 tidak serta merta dipengaruhi oleh lesunya kegiatan ekspor di bulan tersebut.

"Devisa kita turun pada September lebih banyak digunakan untuk membayar utang Luar Negeri (LN) pemerintah. Murni karena siklus saja, karena biasanya di akhir kuartal pemerintah bayar utang," ujar Lana saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (8/10).

Lana juga menambahkan, biasanya pemerintah membayar utang dan menerbitkan utang baru. Karena penerbitan utang dalam dolar itu juga akan menyumbang cadangan devisa.

Hanya saja, untuk bulan tersebut Pemerintah tidak melakukannya. Ini yang akhirnya menyebabkan cadev pada September 2019 tergerus.

Baca Juga: Sepatu impor Vietnam mengancam sepatu lokal, pelaku industri menyiapkan strategi

Meski begitu, andil ekspor memang ada, tetapi tidak besar. Hal ini juga disebabkan oleh pola devisa dari kegiatan ekspor impor yang tidak selalu masuk ke BI setelah melalui bank biasa.

"Hasil ekspor dari eksportir masuk ke bank. Kalau bank punya rupiah cukup, biasanya mereka tidak akan menukarkannya ke BI. Jadi sebenarnya kinerja ekspor tidak berdampak terlalu masif terhadap kondisi cadev," kata Lana.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×