kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.977   85,00   0,48%
  • IDX 6.144   42,50   0,70%
  • KOMPAS100 800   4,90   0,62%
  • LQ45 603   4,93   0,82%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   3,10   0,92%
  • IDXHIDIV20 417   4,90   1,19%
  • IDX80 91   0,60   0,67%
  • IDXV30 112   1,14   1,03%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

Polda: Warga Jakarta jangan takut diintimidasi


Rabu, 19 September 2012 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Salah satu cara mengecilkan paha adalah dengan memakai minyak kelapa.


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can


JAKARTA. Warga Jakarta diminta tidak takut dengan intimidasi di hari pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Kamis (20/9) besok. Jika ada yang mengintimidasi atau mengancam, warga diminta segera melapor.

"Dari Kapolda sudah berpesan, jika seandainya menemukan bentuk intimidasi atau ancaman, segera laporkan ke kepolisian terdekat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (19/9).

Hal itu, menurut Rikwanto, sudah merupakan pesan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab untuk disampaikan kepada masyakarakat Jakarta. Warga diminta tetap menggunakan hal pilihnya, tanpa merasa takut. "Masyarakat Jakarta silakan gunakan hak pilihnya, karena siapapun yang terpilih akan memimpin Jakarta untuk lima tahun ke depan," ujarnya.

Terkait dengan tindakan-tindakan intimidasi dan provokasi seperti beredarnya selebaran gelap di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/9) malam, Rikwanto yakin masyarakat Jakarta sudah cukup dewasa dalam menyikapi tindakan demikian.

"Masyarakat Jakarta sudah cerdas dan dewasa. Tindakan-tindakan provokasi dan intimidasi seharusnya tidak akan menggoyahkan pilihan mereka. Apalagi dalam Pilkada, azas Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia tetap dijunjung," urainya.

"Bila menemukan masalah, silakan laporkan. Kami dari kepolisian akan mengantisipasi dengan tindakan terukur, sesuai dengan masalahnya. Yang penting masyarakat jangan sampai terpancing oleh segala tindakan provokasi," ucap Rikwanto lagi. (Lariza Oky Adisty/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×