kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Polda Metrojaya kekurangan personel Babinkamtibmas


Sabtu, 11 April 2015 / 13:28 WIB
Polda Metrojaya kekurangan personel Babinkamtibmas
ILUSTRASI. Kawan Lama Group resmikan Living Plaza pertama di Jakarta dan Palembang.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Polda Metro Jaya mengaku kekurangan personel yang menjadi anggota Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas). Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pembinaan Masyarakat Komisaris Besar Budi Widjanarko. 

Ia mengatakan, saat ini Polda Metro Jaya memiliki 845 personel Babinkamtibmas untuk membina keamanan dan ketertiban di 1.022 kelurahan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Padahal, minimal dalam satu kelurahan memiliki satu petugas Babinkamtibnas. 

"Sudah saya sampaikan untuk bisa ditambah," kata Budi, saat dihubungi, Sabtu (11/4/2015). 

Menurut Budi, jika diberdayakan secara optimal, Babinkamtibnas dapat berfungsi sangat baik, khususnya untuk mencegah kejahatan serta menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat. Babinkamtibmas juga bisa mengungkap lebih cepat kasus kejahatan karena lebih dekat dengan masyarakat.

Salah satu upaya yang diciptakan Direktorat Binmas Polda Metro Jaya adalah dengan membentuk rumah tiga pilar bekerja sama dengan pemerintah kota di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Rumah tiga pilar adalah sebuah wadah yang menyatukan tiga pilar utama untuk menciptakan masyarakat yang tertib, yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa), Babinkamtibmas, dan lurah. 

"Tiga pilar ini harus bekerja bersama-sama supaya menciptakan sinergi. Namun, karena selama ini belum ada wadah yang menyatukan, sulit koordinasinya. Sekarang, dengan rumah tiga pilar, kinerja mereka diharapkan menjadi lebih baik," tutur Budi.

Di rumah itu, tiga pilar bisa bertemu dengan masyarakat untuk membahas masalah yang perlu diselesaikan di lingkungannya. Kata Budi, rumah tiga pilar bisa berupa sebuah ruangan di kantor kelurahan, sekretariat RW, atau ruang apa pun yang tidak dipakai untuk kegiatan lain. 

"Baru-baru ini kami baru launching untuk 56 rumah tiga pilar, salah satunya di Rawa Buaya, Jakarta Barat," ujar Budi. 

Budi menjelaskan, sampai Mei 2015 mendatang, rumah tiga pilar untuk seluruh kelurahan di wilayah hukum Polda Metro Jaya ditargetkan selesai. 

"Makanya kami terus koordinasikan dengan pemkot supaya lekas launching semua," ucap Budi. (Unoviana Kartika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×