CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

PFII Bidik Dana Family Office Global, Incar 65% Aset Keluarga Kaya Dunia


Selasa, 21 Juli 2026 / 20:34 WIB
PFII Bidik Dana Family Office Global, Incar 65% Aset Keluarga Kaya Dunia
ILUSTRASI. Raker Komisi XI DPR bahas RUU PFII (ANTARA FOTO/FAUZAN)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diproyeksikan tidak hanya menjadi kawasan keuangan global, tetapi juga menjadi magnet baru bagi dana keluarga kaya dunia (family office) yang selama ini tersimpan di pusat-pusat finansial internasional seperti Singapura, Hong Kong, hingga Amerika Serikat.

Ketua Panitia Kerja (Panja) penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII di Komisi XI DPR Mohamad Hekal mengatakan, salah satu target utama pembentukan PFII adalah menarik dana global, khususnya dari keluarga kaya dunia yang tengah mencari lokasi baru untuk menempatkan aset mereka.

Hekal menyebut, berdasarkan kajian yang diterima dalam pembahasan PFII, terdapat sekitar US$ 3,2 triliun dana keluarga kaya dunia yang dikelola melalui berbagai family office di pusat-pusat keuangan global.

"Dari jumlah itu ditaksir sekitar 65% sedang mencari rumah baru. Nah, itu yang mau kita tangkap," ujar Hekal saat ditemui di Parlemen Senayan, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Intip Family Office Ultra Kaya AS Paling Aktif dan Investasinya Sepanjang 2025

Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS, nilai dana tersebut mencapai sekitar Rp 61.250 triliun.

Besarnya potensi dana tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah dan DPR mendorong pembentukan PFII sebagai pusat keuangan internasional baru.

Menurut Hekal, perubahan geopolitik dan kondisi di sejumlah pusat keuangan dunia membuat sebagian keluarga kaya mencari alternatif baru untuk menempatkan asetnya.

"Kenapa mereka cari rumah baru? Karena rumah-rumah lama mereka sedang tergoncang. Ada yang rumahnya di Timur Tengah, ada yang sumber awalnya. Salah satu yang besar mencari rumah baru adalah di daerah Amerika," jelasnya.

Baca Juga: Luhut Sebut Pertemuan Family Office Bakal Digelar di Bali, Bawa Ratusan Miliar Dolar

Selain fasilitas keuangan, Hekal mengatakan PFII juga akan menyediakan kawasan pendukung, termasuk hunian bagi pelaku bisnis dan keluarga kaya yang masuk ke Indonesia.

Namun, sebelum beroperasi penuh, pemerintah masih perlu menyelesaikan berbagai perangkat kelembagaan PFII.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×