Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menerbitkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 12 Tahun 2025.
Dalam RPJMN tersebut terdapat sasaran pembangunan nasional, salah satunya pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,3%, meningkat dari asumsi ekonomi makro APBN 2025 sebesar 5,2%. Selanjutnya pada 2029 pertumbuhan ekonomi ditargetkan menuju 8%.
Skenarionya, dari target pertumbuhan ekonomi 5,3% pada 2025, kemudian ditargetkan tumbuh 6,3% pada 2026, tumbuh meningkat menjadi 7,5% pada 2027, tumbuh meningkat menjadi 7,7% pada 2028, dan tumbuh meningkat menjadi 8% pada 2029.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terhambat Jika Alokasi Efisiensi Anggaran Tak Tepat Sasaran
“Indonesia diharapkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8% yang dilandasi dengan stabilitas ekonomi makro yang kuat. Dengan target pertumbuhan ekonomi tinggi tersebut, Gross National income per kapita (atlas method) diharapkan meningkat menjadi US$ 8.OOO pada tahun 2029,” mengutip belied tersebut, Rabu (26/2).
Adapun berdasarkan target sasaran bcsar pembangunan selama lima tahun kedepan, maka kebijakan ekonomi makro akan didukung kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural yang adaptif.
Di samping itu, perbaikan kualitas pembangunan akan menjadi modal bagi Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan inklusif dicerminkan melalui penurunan tingkat kemiskinan, dan rasio gini sebagai indikator ketimpangan, seiring dengan peningkatan Indeks Modal Manusia yang dicapai melalui pemenuhan gizi dan peningkatan akses terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga: Ini Kunci Agar Ekonomi Tumbuh di Atas 5% Menurut Ekonom BCA
Pertumbuhan ekonomi tinggi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan antara lain melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru sebagai sumber-sumber pertumbuhan baru untuk mencapai target penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca dan peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.
Lebih lanjut, penguatan peran kelas menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Proporsi kelas menengah (aspiring middle class dan middle class) yang mencakup 72,20% dari total populasi telah berkontribusi sebesar 82,30% terhadap konsumsi rumah tangga nasional pada tahun 2023.
Dengan peningkatan proporsi kelas menengah maka akan mendorong penduduk miskin dan rentan miskin terentaskan untuk mengisi kelas menengah.
“Mengingat pentingnya peran kelas menengah dalam perekonomian nasional, maka diperlukan upaya penguatan peran kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas, terutama pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur dan teknologi tinggi yang berorientasi pada pekerjaan formal,” tulis belied tersebut.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8% Tidak Cukup Hanya Lewat Realokasi Anggaran
Selanjutnya: Presiden Prabowo Targetkan Rasio Kepatuhan Wajib Pajak 100% di 2029
Menarik Dibaca: Daftar 7 Drakor Park Hyung Sik yang Bintangi Drakor Buried Heart
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News