kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pertama sejak 2010, konsumsi rumah tangga tumbuh di bawah 5%


Senin, 05 Februari 2018 / 16:05 WIB
Konpers Badan Pusat Statistik (BPS)


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga pada 2017 tumbuh di bawah 5%. Hal ini pertama kalinya sejak 2010.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sepanjang 2017 kontribusi konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,95%. Rinciannya, pada kuartal I-2017 tumbuh 4,94%, kuartal II-2017 4,95%, kuartal III-2017 4,93%, dan kuartal IV-2017 4,97%.

“Terlihat bahwa sejak kuartal II-2017, persentase pendapatan yang ditabung meningkat. Kelas menengah menahan belanja,” kata Suhariyanto di kantornya ,Senin (5/2).

Padahal, menurut Suhariyanto, untuk menggerakkan ekonomi kuncinya adalah menggerakkan komponen yang mempunyai kontribusi tinggi, salah satunya konsumsi rumah tangga yang mendominasi sebesar 56,13%.

“Investasi bagus, ekspor bagus, tapi kenapa pertumbuhan ekonomi 2017 hanya 5,07%? Karena pada saat bersamaan, konsumsi rumah tangganya melambat,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, upaya pengendalian inflasi menjadi kunci untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Sri Sulistyowati menyebut, konsumsi pada tahun lalu menunjukkan adanya peralihan dari konsumsi barang menjadi konsumsi yang bersifat leisure.

Kecenderungan tersebut terlihat jelas pada kuartal IV-2017. “Kalau konsumsi barang tahan lama, relatif turun. Namun, leisure lebih cepat naiknya. Terlihat di grafik bahwa kalau konsumsi barang turun, leisure naik,” kata Sri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×