kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Pertama kali, subsidi pangan kalahkan subsidi BBM


Jumat, 13 Februari 2015 / 16:12 WIB
ILUSTRASI. Cold Storage PT. Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI). KONTAN/Baihaki/1/10/2015


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi pangan atau pertanian dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 sebesar Rp 55,6 triliun.

Dana tersebut, lebih tinggi dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 42 triliun.

"Untuk pertama kalinya subsidi pangan bisa mengalahkan subsidi BBM," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jakarta, Jumat (13/2).

Bambang merincikan, dana subsidi sebesar Rp 55,6 triliun disebar untuk pangan sebesar Rp 18,9 triliun, pupuk senilai Rp 35,7 triliun dan benih dianggarkan sebesar Rp 9 triliun.

Adapun skema penyaluran subsidi tersebut nantinya bukan intervensi harga beras atau pupuk, yang membuat harga lebih murah. Tetapi, dananya akan diberikan langsung ke masyarakat yang membutuhkan dengan menggunakan kartu, seperti layaknya kartu sehat ataupun kartu pintar.

"Ini dilakukan agar tepat sasaran, jadi bukan harga beras atau harga produknya yang diturunkan," ujarnya. (Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×