kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemtan raih Rp 16,9 T dari realokasi subsidi BBM


Sabtu, 10 Januari 2015 / 11:00 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah jambu air untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mendapat jatah realokasi subsidi BBM sebesar Rp 16,9 triliun. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program swasembada pangan.

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian merinci, dana sebesar Rp 2 triliun akan digunakan untuk perbaikan irigasi seluas 3,3 juta hektare (ha) sawah yang rusak di Indonesia.

Tahun ini, rencana perbaikan irigasi sekitar 1 juta ha. Tahun pertama di 17 provinsi, termasuk seluruh Jawa, yang menjadi kantong-kantong produksi padi.

Kemudian, ada juga alokasi penambahan anggaran untuk benih serta alat dan mesin pertanian. Sepanjang tahun 2014, Mentan menyebut penyerapan benih bersubsidi pada 2014 hanya sekitar 20%. Terakhir, penambahan subsidi pupuk dan untuk keterlambatan pengantaran.

Di sisi lain, Menteri Pertanian juga bakal mengucurkan dana dari APBN-P 2014 pada sektor perkebunan dan hortikultura.

Sektor perkebunan bakal mendapat dana paling banyak. Sebab, Kemtan berambisi mengembalikan kejayaan sektor kebun. Rinciannya, Rp 1,2 triliun untuk gerakan nasional kakao, lalu Rp 2 triliun untuk penambahan areal tebu. Sektor hortikultura mendapat alokasi Rp 450 miliar untuk peningkatan produksi cabai dan bawang merah.

Tidak ketinggalan, sektor peternakan juga mendapat tambahan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk impor sapi induk. "Sehingga target swasembada bisa kami capai pada tahun 2017," tandas Amran, Jumat (9/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×