Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Operasional Terminal Syib Amir dan layanan bus shalawat menuju Masjidil Haram akan ditutup lebih awal pada Jumat (15/5/2026) mulai pukul 08.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Penutupan dilakukan untuk mendukung pengaturan arus jemaah dan persiapan pelaksanaan salat Jumat di Masjidil Haram.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Pos (Kapos) Terminal Syib Amir, Iswan Brandes, dalam pemberitahuan yang diterima Media Center Haji, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: KJRI Jeddah: 19 WNI Diamankan Aparat Saudi Selama Musim Haji 2026
Awalnya, penutupan operasional bus shalawat direncanakan dimulai pukul 10.00 WAS. Namun dalam pembaruan informasi terakhir, jadwal penutupan dimajukan menjadi pukul 08.00 WAS.
“Perubahan terakhir, info penutupan terminal menjadi pukul 08.00 WAS,” kata Brandes.
Menurut Brandes, penghentian sementara arus jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dilakukan untuk membantu pengaturan mobilitas jemaah serta memastikan pelayanan berjalan lebih optimal di tengah meningkatnya kepadatan menjelang salat Jumat.
“Kami ingin memberitahukan bahwa arus jamaah haji dari hotel ke Masjidil Haram akan ditangguhkan untuk mengatur pergerakan dan memfasilitasi penyediaan layanan terbaik bagi para jamaah haji,” katanya.
Ia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk menyesuaikan waktu keberangkatan menuju Masjidil Haram agar tidak terlambat dan menghindari kepadatan di terminal sebelum penutupan diberlakukan.
Ketua kloter dan petugas sektor juga diminta aktif mengoordinasikan pergerakan jemaah di hotel masing-masing guna menjaga kelancaran layanan transportasi.
Baca Juga: Petugas Haji Siaga Dampingi Jemaah Lansia yang Berangkat Tanpa Pendamping
“Kami mengharapkan kerja sama dan koordinasi dari semua pihak untuk memastikan kelancaran operasional dan berkontribusi dalam melayani jamaah haji dengan sebaik-baiknya,” ujar Brandes.
Penutupan sementara terminal dan layanan bus shalawat setiap Jumat merupakan bagian dari pengaturan rutin operasional transportasi jemaah di Mekah, khususnya untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan jemaah menuju Masjidil Haram menjelang salat Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













