kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pernah di lingkaran Istana, ini profil Harry Prasetyo tersangka Jiwasraya


Selasa, 14 Januari 2020 / 21:30 WIB
Pernah di lingkaran Istana, ini profil Harry Prasetyo tersangka Jiwasraya
Harry Prasetyo, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya.

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Kejaksaan Agung, Selasa (14/1), menahan Harry Prasetyo. Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya ini ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Selain Harry, Kejaksaan juga menetapkan sebagai tersangka Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Hendrisman Rahim, serta Syahmirwan dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya, dan menjebloskan mereka ke tahanan.

"Ini merupakan sebuah proses penyelidikan yang kami lakukan dari usualn tim penyidik, maka kepada para tersangka dilakukan penahan, namun ada sindikasi korupsi," kata Adi Toegarisman, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Baca Juga: Kejagung tetapkan Benny Tjokro, Hary Prasetyo, dan Heru Hidayat tersangka Jiwasraya

Nama Harry sempat jadi bahan perbincangan lantaran pernah masuk dalam lingkaran Istana. Harry pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP).

Rekam jejak Harry di Jiwasraya terbilang lama. Ia mulai menjabat sebagai direktur keuangan perusahaan asuransi pelat merah itu sejak Januari 2008.

Lantaran kinerjanya dianggap mumpuni dalam menyehatkan perusahaan, Harry kembali ditunjuk menjadi Direktur Keuangan Jiwasraya periode 2013-2018. Sebelum berkarier di Jiwasraya, pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 5 Maret 1970, ini lama malang-melintang di berbagai perusahaan.

Baca Juga: Kejagung tahan Benny Tjokro dan Harry Prasetyo

Selepas kuliah di Pittsburgh State University, Amerika Serikat (AS), Harry meniti karier di sejumlah perusahaan keuangan. Misalnya, Direktur Utama PT Lautandhana Investment Management.

Mengutip data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harry tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 37.907.422.262.

Perinciannya: aset properti di Tangerang Selatan senilai Rp 1.000.000.000, lalu harta bergerak berupa sembilan kendaraan mewah yang terdiri dari mobil mewah dari berbagai pabrikan serta tiga unit motor gede (moge).

Pemilik gelar MBA Bidang General Business dari City University, Portland, AS, ini juga memiliki surat berharga sebesar Rp 15.273.731.920, simpanan Rp 5.547.752.377, dan harta lainnya sejumlah Rp 8.095.000.000.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui kecolongan saat memperkerjakan Hary Prasetyo. Ia mengakui, saat itu KSP belum memiliki sistem seleksi yang ketat sehingga Hary bisa lolos seleksi.

Baca Juga: Ini rumah tahanan bagi kelima tersangka dugaan korupsi di Jiwasraya

"Waktu itu seleksinya saya juga harus jujur, seleksinya tidak seperti sekarang. Sekarang sangat ketat. Kalau dulu kurang, kurang ketat seleksinya," kata Moeldoko.

Saat itu, Moeldoko mengatakan, masalah gagal bayar polis yang menerpa Jiwasraya belum mencuat. Hary juga memiliki kinerja bagus saat menjabat di perusahaan asuransi milik negara itu.

"Pada saat beliau di Jiwasraya memiliki catatan yang positif, bisa mengubah wajah Jiwasraya. Itulah yang me-reference KSP, saya, untuk yang bersangkutan bisa diangkat ke sini," ujar Moeldoko.

Baca Juga: Tetapkan lima tersangka kasus Jiwasraya, ini penjelasan Kejagung

Harry menjabat sampai masa tugas KSP selesai bersamaan dengan berakhirnya Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Moeldoko, baru setelah itu kasus gagal bayar Jiwasraya mencuat.

Penulis: Muhammad Idris

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Harry Prasetyo, Eks Petinggi Jiwasraya yang Pernah Masuk KSP"




TERBARU

Close [X]
×