kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyaluran raskin akan dievaluasi per tiga bulan


Senin, 02 Februari 2015 / 17:08 WIB
ILUSTRASI. Beda Nasib, Ini Harga Saham BBRI dan GOTO pada Perdagangan Bursa Selasa (15/8). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Handoyo | Editor: Harris Hadinata

JAKARTA. Banyaknya keluhan terkait kualitas dan volume beras untuk keluarga miskin (raskin) membuat Kementerian Sosial (Kemensos) memperketat proses pengadaan hingga distribusi raskin. Rencananya, mulai tahun ini evaluasi terkait dengan penyaluran raskin akan dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kemensos Hartono Laras mengatakan, dengan evaluasi tersebut penting sebagai upaya untuk menjaga kualitas beras yang disalurkan. "Ini komitmen Bulog terkait kualitas beras, pendampingan melalui TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan)," kata Hartono, Senin (2/2).

Selain evaluasi terkait kualitas beras, Kemensos juga mengusulkan pembebasan biaya tebus untuk raskin. Dengan demikian, maka masyarakat menjadi lebih diringankan.

Catatan saja, selama ini biaya tebus raskin yang harus dibayarkan oleh masyarakat Rp 1.600 per kilogram (kg). Smentara itu, harga normal beras yang disalurkan tersebut adalah sekitar Rp 8.325 per kg. Artinya, subsidi yang diberikan oleh pemerintah mencapai lebih dari Rp 6.000 per kg.

Raskin tahun 2015 sendiri akan dilakukan selama 12 bulan dengan anggaran sebesar Rp 18,8 triliun. Program raskin ini menyasar sebanyak 15,5 juta kepala keluarga (KK). Penerimaan raskin untuk satu keluarga jumlahnya sebesar 15 kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×