kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.915   14,00   0,08%
  • IDX 6.412   77,18   1,22%
  • KOMPAS100 847   11,03   1,32%
  • LQ45 639   6,00   0,95%
  • ISSI 221   3,35   1,54%
  • IDX30 359   2,24   0,63%
  • IDXHIDIV20 442   1,33   0,30%
  • IDX80 96   1,17   1,23%
  • IDXV30 120   0,87   0,73%
  • IDXQ30 115   0,55   0,48%

Penyaluran ke masyarakat meningkat, subsidi energi tumbuh 16,3%


Minggu, 24 Maret 2019 / 10:16 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat realisasi subsidi energi hingga Februari 2019 sebesar Rp 10,4 triliun atau melonjak 16,3% dari realisasi Februari tahun lalu. Bila dirinci, realisasi subsidi BBM dan LPG melonjak signifikan atau sebesar 21,5% menjadi Rp 6,2 triliun sementara subsidi listrik tumbuh 9,4% menjadi Rp 4,2 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kemkeu Askolani mengakui kenaikan pencairan subsidi BBM dan LPG serta listrik di tahun 2019 tidak banyak mengalami perubahan. "Kenaikan ini lebih disebabkan realisasi volumenya yang sudah dilaksanakan Pertamina dan PLN sesuai dengan ketentuannya," tutur Askolani.

Hal senada pun disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi. Dia mengatakan, subsidi solar dan LPG 3 kg yang meningkat disebabkan oleh volume penyaluran ke masyarakat yang meningkat.

"Penjualan solar bersubsidi tahun ini hingga bulan Februari sekitar 2,44 juta kilo liter (KL), sedangkan tahun lalu pada periode yang sama sebesar 2,27 juta KL," tutur Agung kepada Kontan, Jumat (22/3).

Sementara, untuk penjualan LPG 3 kg tercatat sebesar 1,07 juta metrik ton meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar 1,03 juta metrik ton.

Tak hanya itu, kenaikan subsidi ini ditenggarai adanya kenaikan subsidi untuk solar yang berubah menjadi Rp 2.000 per liter. "Awal tahun lalu subsidinya masih sekitar Rp 500 per liter, sebelum akhirnya ditambah menjadi Rp 2.000 per liter pertengahan tahun lalu," terang Agung.

Berdasarkan catatan Kontan, pada awal Juni tahun lalu, Pemerintah dan DPR memang sepakat untuk mengubah kebijakan subsidi solar dari sebelumnya Rp 500 per liter menjadi Rp 2.000 per liter. Agung menekankan, pemerintah terus memastikan kebutuhan bahan bakar di masyarakat mencukupi seiring dengan pertumbuhan konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×