kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pengacara: Corby tak melarikan diri setelah bebas


Jumat, 07 Februari 2014 / 16:03 WIB
ILUSTRASI. Rapuhnya sistem keamanan di ruang digital muncul lagi, ketika 1,3 miliar data registrasi SIM card prabayar Indonesia tersebar di internet.REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Iskandar Nawing, pengacara terpidana kasus narkotika asal Australia Schapelle Leigh Corby, menegaskan kliennya tak bakal melarikan diri setelah mendapatkan pembebasan bersyarat, Jumat (7/2/2014).

Terpidana kasus kepemilikan 4,1 kilogram ganja tersebut, akhirnya bisa menghidu udara bebas setelah Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengabulkan permohonannya, Jumat sore.

"Saya yakin, Schapelle tak bakal melarikan diri atau melakukan kejahatan serupa setelah dinyatakan bebas bersyarat," kata Iskandar Nawing kepada Tribunnews.com via telepon, Jumat sore.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Australia juga turut serta menjadi penjamin bahwa Corby tak bakal melarikan diri atau melanggar persyaratan tahanan luar.

Setelah dibebaskan, terus Iskandar, Corby bakal melakukan pelayanan sosial di Bali. Ia akan tinggal bersama saudarinya, Marcedes, hingga akhir masa hukumannya.

"Kami juga meyakini, Corby bakal selalu melakukan tes narkotika dan melapor ke pihak berwajib secara rutin," tandasnya. (Reza Gunadha)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×