kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.878   95,00   0,53%
  • IDX 6.240   -125,55   -1,97%
  • KOMPAS100 818   -17,15   -2,05%
  • LQ45 622   -12,00   -1,89%
  • ISSI 216   -4,86   -2,20%
  • IDX30 349   -6,36   -1,79%
  • IDXHIDIV20 426   -7,39   -1,70%
  • IDX80 93   -1,91   -2,00%
  • IDXV30 118   -1,92   -1,60%
  • IDXQ30 111   -1,78   -1,58%

Penerimaan pajak neto mayoritas jenis pajak terus membaik pada September 2021


Senin, 25 Oktober 2021 / 13:38 WIB
ILUSTRASI. Penerimaan pajak neto mayoritas jenis pajak terus membaik pada September 2021


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan neto mayoritas jenis pajak terus membaik pada September 2021. Disebutkan pajak-pajak utama masih menunjukkan positif pada kuartal III 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak terbesar kontribusinya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri periode Januari-September 2021 tumbuh 13,9% dan pada kuartal III tumbuh 18,5%, semetara dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama terkontraksi 9,4%. PPN dalam negeri ini tumbuh karena didukung oleh pemulihan ekonomi terutnama karena konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.

Selanjutnya penerimaan terbesar kedua ada pada PPN Impor, yang tumbuh periode Januari-September 2021 29,5% dan pada kuartal III 2021 tumbuh 48,4%., sementara dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama terkontraksi 18%.

“Jadi penerimaan pajak yang kontribusinya terbesar adalah PPN dalam negeri dan PPN Impor yang menunjukkan pemulihan yang sangat kuat,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, (25/10).

Baca Juga: Serapan belanja daerah baru mencapai 49,56%, Yogyakarta paling rendah

Selanjutnya, Pajak Penghasilan (PPh) badan periode Januari-September 2021 mengalami perbaikan tumbuh 7% dan pada kuartal III 2021 66%, sementara dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama terkontraksi 30,4%. Sri Mulyani mengatakan, berakhirnya waktu pemberian fasilitas pada sebagian besar sektor juga menopang kinerja PPh badan.

Pajak Penghasilan (PPh) 21 pada periode Januari-September 2021 tumbuh 2,3% dan pada kuartal III 2021 8,2%, sementara dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama terkontraksi 4,5%. Sri Mulyani mengatakan dinamika transaksional sangat mempengaruhi kinerja PPh 21 yakni pembayaran sertifikasi guru dan bonus karyawan.

PPh 22 Impor periode Januari-September 2021 tumbuh 6,8% dan pada kuartal III 2021 25,8%, sementara dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama terkontraksi sangat besar yaitu 41,4%.

Baca Juga: Makin optimistis, Sri Mulyani prediksi ekonomi Indonesia kuartal III tumbuh 4,3%




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×