kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Penerimaan Pajak Baru Separuh Target, Pemerintah Dikejar Setoran Rp 1.148 Triliun


Rabu, 12 Agustus 2026 / 05:27 WIB
Penerimaan Pajak Baru Separuh Target, Pemerintah Dikejar Setoran Rp 1.148 Triliun
ILUSTRASI. Realisasi penerimaan pajak semester I-2026 (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Pengamat pajak Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai target penerimaan pajak tahun ini masih sulit dicapai.

Bahkan, ia memperkirakan shortfall penerimaan pajak bisa lebih besar dari proyeksi pemerintah, yakni mencapai Rp 140 triliun-Rp 188 triliun.

Menurut Fajry, tantangan penerimaan pajak tidak hanya berasal dari sisi kepatuhan wajib pajak, tetapi juga dari kondisi ekonomi dan perubahan struktur sumber penerimaan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor manufaktur atau industri pengolahan. Sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang penerimaan pajak tersebut menunjukkan penurunan kontribusi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Tarif dan Pajak Baru pada Tahun 2027

Fajry mencatat kontribusi sektor pengolahan terhadap penerimaan pajak mencapai 30,66% pada 2013. Namun, kontribusinya turun menjadi 24,6% pada 2025.

Tren tersebut berlanjut pada semester I-2026. Kontribusi sektor pengolahan terhadap penerimaan pajak tercatat hanya 22,8%.

Artinya, dalam kurun waktu sekitar 13 tahun, kontribusi manufaktur terhadap penerimaan pajak telah merosot hampir 8 poin persentase.

"Jika sektor pengolahan terus menurun, pemerintah akan semakin sulit untuk menggali penerimaan pajak dari perekonomian, sehingga rasio pajak kita pun akan semakin turun," tegas Fajry.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah di tengah kebutuhan untuk menggenjot penerimaan negara. Pasalnya, meski penerimaan pajak hingga Juli tumbuh 22,17%, pemerintah tetap membutuhkan lonjakan setoran pada lima bulan terakhir untuk mendekati target APBN.

Baca Juga: Ditjen Pajak Catat 2,65 Juta Wajib Pajak Baru, Tapi Penerimaan Masih MinimDi sisi lain, menyusutnya kontribusi manufaktur menunjukkan bahwa tantangan penerimaan pajak bukan semata-mata soal mengejar kepatuhan wajib pajak, tetapi juga memperkuat basis ekonomi yang mampu menghasilkan penerimaan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×