Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan berat untuk mengejar target penerimaan pajak tahun 2026.
Hingga akhir Juli, penerimaan pajak baru mencapai sekitar separuh dari target tahunan, sementara basis penerimaan dari sektor manufaktur terus menunjukkan tren penurunan.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp 1.209,6 triliun.
Baca Juga: Jumlah Wajib Pajak Baru Bertambah 2,7 Juta, Tapi Setoran Dinilai Masih Minim
Angka tersebut setara 51,31% dari target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 2.357,7 triliun.
Meski baru memenuhi separuh target, penerimaan pajak hingga Juli sebenarnya tumbuh cukup tinggi. Realisasi tersebut meningkat 22,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 990,01 triliun.
Namun, pertumbuhan tersebut belum membuat target tahunan aman. Pemerintah masih harus mengumpulkan Rp 1.148,1 triliun dalam lima bulan terakhir tahun ini.
Dengan demikian, rata-rata penerimaan pajak yang harus dihimpun pada Agustus-Desember 2026 mencapai sekitar Rp 229,6 triliun per bulan agar target Rp 2.357,7 triliun dapat tercapai.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto sebelumnya menegaskan bahwa target yang telah ditetapkan pemerintah tetap menjadi acuan utama Ditjen Pajak.
Baca Juga: Lantik 8 Pejabat Pajak Baru, Purbaya Minta Utamakan Integritas Ketimbang Target
"Kalau kami dari Direktorat Jenderal Pajak ya harus bisa mencapai 23%," kata Bimo.
Meski demikian, Kemenkeu sendiri memperkirakan target tersebut tidak sepenuhnya tercapai. Dalam outlook yang disampaikan kepada Komisi XI DPR, penerimaan pajak 2026 diproyeksikan mencapai Rp 2.310,8 triliun atau sekitar 98% dari target APBN.
Dengan proyeksi tersebut, penerimaan pajak berpotensi mengalami shortfall Rp 46,9 triliun. Meski demikian, selisih tersebut jauh lebih kecil dibandingkan shortfall penerimaan pajak pada 2025 yang mencapai Rp 271,7 triliun.
Manufaktur Makin Tertekan
Pengamat pajak Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai target penerimaan pajak tahun ini masih sulit dicapai.
Bahkan, ia memperkirakan shortfall penerimaan pajak bisa lebih besar dari proyeksi pemerintah, yakni mencapai Rp 140 triliun-Rp 188 triliun.
Menurut Fajry, tantangan penerimaan pajak tidak hanya berasal dari sisi kepatuhan wajib pajak, tetapi juga dari kondisi ekonomi dan perubahan struktur sumber penerimaan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor manufaktur atau industri pengolahan. Sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang penerimaan pajak tersebut menunjukkan penurunan kontribusi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Tarif dan Pajak Baru pada Tahun 2027
Fajry mencatat kontribusi sektor pengolahan terhadap penerimaan pajak mencapai 30,66% pada 2013. Namun, kontribusinya turun menjadi 24,6% pada 2025.
Tren tersebut berlanjut pada semester I-2026. Kontribusi sektor pengolahan terhadap penerimaan pajak tercatat hanya 22,8%.
Artinya, dalam kurun waktu sekitar 13 tahun, kontribusi manufaktur terhadap penerimaan pajak telah merosot hampir 8 poin persentase.
"Jika sektor pengolahan terus menurun, pemerintah akan semakin sulit untuk menggali penerimaan pajak dari perekonomian, sehingga rasio pajak kita pun akan semakin turun," tegas Fajry.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah di tengah kebutuhan untuk menggenjot penerimaan negara. Pasalnya, meski penerimaan pajak hingga Juli tumbuh 22,17%, pemerintah tetap membutuhkan lonjakan setoran pada lima bulan terakhir untuk mendekati target APBN.
Baca Juga: Ditjen Pajak Catat 2,65 Juta Wajib Pajak Baru, Tapi Penerimaan Masih MinimDi sisi lain, menyusutnya kontribusi manufaktur menunjukkan bahwa tantangan penerimaan pajak bukan semata-mata soal mengejar kepatuhan wajib pajak, tetapi juga memperkuat basis ekonomi yang mampu menghasilkan penerimaan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
