kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tembus Rp 249,3 Triliun hingga Oktober 2025


Jumat, 21 November 2025 / 13:36 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tembus Rp 249,3 Triliun hingga Oktober 2025
ILUSTRASI. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Kemenkeu melaporkan penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai hingga Oktober 2025 mencapai Rp 249,3 triliun.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai hingga Oktober 2025 mencapai Rp 249,3 triliun. Angka ini sudah setara 82,7% dari target APBN 2025 dan menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, secara tahunan (year on year/yoy) realisasi penerimaan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh sekitar 5,7% yoy sampai Oktober 2025.

Baca Juga: BPKH Bidik Investasi Proyek King Salman Gate Makkah

Dari total penerimaan, penerimaan cukai menyumbang Rp 184,2 triliun atau 75,4% dari target tahun ini.  Sementara Bea Keluar mencapai Rp 24 triliun, melesat 69,2% yoy.

Peningkatan Bea Keluar terutama terdorong oleh naiknya harga Crude Palm Oil (CPO), peningkatan volume ekspor sawit, serta kebijakan ekspor konsentrat tembaga yang berlaku sejak Maret hingga September 2025.

“Harga CPO berfluktuasi, tapi ada kenaikan. Volume ekspor sawit juga meningkat, ditambah kebijakan ekspor konsentrat tembaga,” jelas Suahasil pada Kamis, (20/11). 

Berbeda dengan Bea Keluar, penerimaan Bea Masuk justru mengalami kontraksi 4,9% yoy. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya impor komoditas pangan dan meningkatnya pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) yang membuat tarif Bea Masuk lebih rendah.

Baca Juga: Danantara dan BGN Kerja Sama Percepat Pembangunan Dapur Gizi MBG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×