kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Pemilu tidak serentak boroskan anggaran


Senin, 14 Oktober 2013 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Makanan Penyebab Jerawat di Wajah


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menilai, gagasan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Indonesia, adalah hal penting. Menurutnya, pemilu serentak diyakini akan lebih efektif dan efisien.

"Gagasan pemilu serentak dewasa ini telah menjadi isu utama, bagi perbaikan penyelenggaraan pemilu kita ke depan. Gagasan ini penting untuk kita diskusikan," kata Akbar di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).

Akbar menuturkan, secara umum saat ini penyelenggaraan pemilu tidak dilakukan secara serentak, baik pemilu legislatif, pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala daerah. Menurutnya, itu akan menimbulkan pemborosan dana atau ketidakefisienan penyelenggaraan pemilu.

"Saat ini penyelenggaraan pemilu tidak dilakukan serentak, yang dapat menciptakan pemborosan dana," ujarnya.

Menurut Akbar, pemilu serentak akan menghemat anggaran pelaksaan pemilu. Anggaran itu, menurutnya dapat ditekan dan dihemat, dibandingkan melakukan pemilu sendiri-sendiri.

"Selain itu, masyarakat atau pemilih tidak dihadapkan pada penyelenggaraan pemilu yang berkali-kali, sehingga lebih praktis dan sederhana," tuturnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×