kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pemilu tidak serentak boroskan anggaran


Senin, 14 Oktober 2013 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Makanan Penyebab Jerawat di Wajah


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menilai, gagasan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Indonesia, adalah hal penting. Menurutnya, pemilu serentak diyakini akan lebih efektif dan efisien.

"Gagasan pemilu serentak dewasa ini telah menjadi isu utama, bagi perbaikan penyelenggaraan pemilu kita ke depan. Gagasan ini penting untuk kita diskusikan," kata Akbar di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).

Akbar menuturkan, secara umum saat ini penyelenggaraan pemilu tidak dilakukan secara serentak, baik pemilu legislatif, pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala daerah. Menurutnya, itu akan menimbulkan pemborosan dana atau ketidakefisienan penyelenggaraan pemilu.

"Saat ini penyelenggaraan pemilu tidak dilakukan serentak, yang dapat menciptakan pemborosan dana," ujarnya.

Menurut Akbar, pemilu serentak akan menghemat anggaran pelaksaan pemilu. Anggaran itu, menurutnya dapat ditekan dan dihemat, dibandingkan melakukan pemilu sendiri-sendiri.

"Selain itu, masyarakat atau pemilih tidak dihadapkan pada penyelenggaraan pemilu yang berkali-kali, sehingga lebih praktis dan sederhana," tuturnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×