kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Polri jangan jadi alat politik di Pilpres 2014


Rabu, 09 Oktober 2013 / 16:32 WIB
ILUSTRASI. Penyebab Hipertensi yang Sering Terjadi di Usia Muda


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi III DPR-RI, Syarifudin Sudding mengingatkan kepada calon Kapolri, Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman agar Polri tidak dijadikan alat politik menjelang Pemilu 2014.

"Jangan sampai institusi kepolisian jadi alat politik. Polri harus netral," tegas politisi dari Partai Hanura ini, Rabu (9/10).

Hal tersebut disampaikan Sudding kepada Komjen Sutarman di sela kunjungan Komisi III DPR-RI ke kediaman calon orang nomor satu di Polri tersebut.

Ketika ditanya bagaimana pendapatnya tentang Komjen Sutarman, menurut Sudding sejauh ini dirinya menilai baik Kepala Bareskrim Polri itu.

Alasannya, selama ini Sudding telah mengikuti track record jenderal bintang tiga tersebut. "Tidak ada laporan yang mengarah pada hal yang kurang baik. Pertimbangannya melihat rekam jejak di beberapa jabatan sebelumnya, seperti ketika menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, Kapolda Kepulauan Riau, dan sebagainya,” imbuh Sudding.

Meski begitu, lanjut dia, komisinya tidak menutup mata atas masukan pihak lain. "Kita juga menanti laporan dari masyarakat, selain itu besok pekan depan kita juga akan meminta laporan dari KPK dan PPATK," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi III DPR-RI berkunjung ke rumah calon tunggal Kapolri Komjend Sutarman pada Rabu (9/10/2013) pagi. Kunjungan ini merupakan bagian dari uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri yang akan dilakukan Komisi III DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×