kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemilu serentak tetap perlu presidential threshold


Senin, 27 Januari 2014 / 10:57 WIB
Pemilu serentak tetap perlu presidential threshold
ILUSTRASI. JAKARTA, Karyawan menunjukan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemilu legislatif dan presiden serentak masih menimbulkan perdebatan, utamanya soal presidential treshold (ambang batas penentuan calon presiden). Ada alasan presidential treshold tetap harus dipertahankan.

Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Girindra Sandino, mengungkapkan pemilu serentak berimplikasi positif untuk pembentukan mayoritas dan multikepartaian sederhana.

"Untuk membentuk pemerintahan yang kuat dengan sistem multikepartaian sederhana, presidential threshold tetap diperlukan, dan pengecilan daerah pemilihan," ujar Girindra di Jakarta, Senin (27/1/2014).

Adanya presidential treshold dan pengecilan daerah pemilih mampu menjadi mekanisme untuk mendorong parpol-parpol membentuk sebuah koalisi permanen, penguatan lembaga keparpolan, dan pencegahan permainan kooptasi parlemen dalam pembentukan kabinet.

Girindra mencontohkan, negara-negara di Amerika Latin, misalnya, Chile, dinilai memiliki sistem presidensialisme paling stabil. Akan tetapi di sana sistem pemilunya, binominal (jumlah kursi yang diperebutkan dalam satu daerah pemilihan hanya dua.

"Jadi, yang terpenting ada penekanan partai-partai untuk berkoalisi menjalin aliansi-aliansi formal sebelum pemilu," terang Girindra. Sementara putusan Mahkamah Konstitusi atas judicial review Koalisi Masyarakat untuk Pemilu Serentak tak menyoal presidential treshold. (Yogi Gustaman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×