kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.976   129,00   0,72%
  • IDX 5.939   -256,45   -4,14%
  • KOMPAS100 788   -36,53   -4,43%
  • LQ45 595   -24,13   -3,90%
  • ISSI 206   -8,64   -4,03%
  • IDX30 338   -11,37   -3,25%
  • IDXHIDIV20 418   -9,94   -2,32%
  • IDX80 90   -4,11   -4,39%
  • IDXV30 114   -3,45   -2,94%
  • IDXQ30 109   -2,97   -2,64%

Din berharap ormas bisa ajukan capres


Jumat, 24 Januari 2014 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Cuaca hari ini dari BMKG Senin (5/9) di Jawa dan Bali cerah hingga hujan ringan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyayangkan tak adanya peluang bagi tokoh dari organisasi kemasyarakatan maju sebagai bakal calon presiden. Padahal, ia berharap pintu terbuka untuk tokoh ormas maju dalam kontestasi kepemimpinan Tanah Air.

"Harusnya dimungkinkan, jangan capres-capres itu dari parpol, dan dari ormas dihilangkan. Tapi sudah diamandemen (capres) menjadi hak parpol," kata Din, saat dijumpai di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (24/1/2014).

Oleh karena itu, kata Din, penentuan capres harus dilakukan dengan mekanisme yang sangat selektif. Menurutnya, keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemilu serentak yang dilakukan mulai 2019 positif untuk pelaksanaan pemilu ke depan.

Secara prinsip, menurut Din, Muhammadiyah tak memihak partai politik mana pun. Ia menegaskan, Muhammadiyah memberikan kebebasan untuk menentukan langkah politik masing-masing individu dan tersebar di seluruh partai.

"Kita memberikan hak pilih untuk lebih cerdas memilih pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan cerdas memilih yang bisa memperbaiki bangsa," ujarnya.

Mengenai pemilu serentak, ia menilai, akan menekan tingginya ongkos pemilu. "Pikiran kami cenderung serentak, tidak hanya efisiensi, tetapi ada hal-hal yang bisa dihindari sehingga politik kita sampai pada tingkatan elitis," kata Din. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×