kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.820   -49,00   -0,27%
  • IDX 6.156   -16,83   -0,27%
  • KOMPAS100 814   -4,36   -0,53%
  • LQ45 614   -3,22   -0,52%
  • ISSI 211   -0,53   -0,25%
  • IDX30 348   -1,39   -0,40%
  • IDXHIDIV20 424   -2,68   -0,63%
  • IDX80 92   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 114   -0,23   -0,20%
  • IDXQ30 110   -1,02   -0,91%

Pemerintah tak akan tarik duta besar dari Malaysia


Rabu, 25 Agustus 2010 / 14:55 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pasca-insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah tidak akan menarik Duta Besar RI untuk Malaysia. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa beralasan penarikan diplomat tidak bisa menyelesaikan masalah kedua negara.

Marty mengakui penarikan duta besar merupakan salah satu bentuk protes dalam diplomatik luar negeri. Tapi, dia menyatakan, penarikan itu lebih merugikan karena masih ada masalah lain seperti tenaga kerja dan perbatasan darat yang belum terselesaikan.

Jadi, jika ada penarikan duta besar, Marty menilai masalah-masalah itu akan menjadi menggantung juga. "Kita harus bisa memilah-milah cara apa yang dijalankan karena ada kepentingan lain," ujar Marty dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (25/8).

Marty menyatakan, pemerintah juga harus memikirkan nasib warga negara Indonesia yang tinggal di negeri jiran tersebut. Sebab, para warga negara Indonesia tersebut hidup dengan baik di sana.

Desakan penarikan duta besar ini mencuat setelah hubungan Indonesia dengan Malaysia memanas. Dengan penarikan duta besar ini, pemerintah dianggap telah memberikan pelajaran bagi Malaysia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×