kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Cegah TKI illegal, MoU harus segera diselesaikan


Kamis, 19 Agustus 2010 / 20:32 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia meminta agar pemerintah segera menyelesaikan memorandum of understanding (MoU) soal tenaga kerja. Karena ini belum selesainya perjanjian ini bisa menyebabkan tenaga kerja illegal yang masuk ke Malaysia bisa meningkat. Duta Besar untuk Indonesia di Malaysia Da'i Bachtiar mengatakan minat masyarakat Indonesia untuk bisa bekerja di negeri jiran itu sangat besar. Tetapi keinginan itu tak bisa tersalur karena ada moratorium atau penghentian sementara sampai adanya MoU itu.

"Pekerja illegal bisa masuk ke Malaysia dan meningkat pesat," ujar Da'i dalam rapat dengan Badan Legislasi DPR, Jumat (19/8). Menurutnya, sampai saat ini sudah banyak pekerja illegal yang masuk ke Malaysia. Modusnya, menurut Da'i dengan menggunakan visa turis, ternyata bekerja lama di Malaysia.

Menurut mantan Kapolri ini ada sekitar 50 ribu TKI di Malaysia yang dideportasi setiap tahun. Kebanyakan karena masa berlaku dokumen yang habis. Sampai saat ini, Indonesia memang tidak bisa mengirimkan tenaga kerja ke Malaysia sejak tahun lalu. Untuk bisa mengirimkan tenaga kerja ke sana harus ada MoU antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Tetapi penyusunan MoU itu berlarut-larut karena belum ada kesepakatan soal biaya penempatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×