kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah segera realisasikan keterhubungan antar wilayah


Senin, 27 Desember 2010 / 11:45 WIB
Pemerintah segera realisasikan keterhubungan antar wilayah


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah berjanji segera merealisasikan keterhubungan antar wilayah (domestic connectivity) sebelum ASEAN Community berlaku pada 2015 mendatang. Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan pemerataan pembangunan.

Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Syahrial Loetan mengakui, kesenjangan pembangunan khususnya antara pulau Jawa dengan lainnya di luar Sumatera masih terjadi. "Tetapi kami kejar terus untuk meminimalisir jarak agar tidak semakin lebar," katanya, Senin (27/12).

Dengan adanya domestic connectivity, Syahrial berharap, minimal tidak ada lagi kendala dan hambatan distribusi barang dan jasa dari Jawa ke Sumatera. "Domestic connectivity merupakan kekuatan konsep pembangunan regional kita agar tetap kuat dan kompetitif," terangnya.

Asal tahu saja, upaya mengakomodir pemerataan pembangunan sudah dituangkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2015 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2010-2025. Indikator yang dijadikan acuan meratanya pembangunan adalah aksesibilitas.

Deputi Bidang Regional dan Pengembangan Otonomi Daerah Kementerian PPN Max Pohan menambahkan pemerintah pusat tengah menyusun skema untuk menumbuhkan pusat pertumbuhan dan magnet ekonomi baru di luar kawasan Jawa, Sumatera dan Bali. Menurutnya, pengembangan tersebut didasarkan tiga basis kekuatan wilayah Indonesia. "Tiga basis tersebut antara lain Kelautan, Peternakan, dan Pertanian. Kami upayakan 20 tahun ke depan untuk munculnya pusat pertumbuhan baru," jelasnya.

Max mengatakan, pemerintah telah melirik beberapa wilayah di kawasan Indonesia Timur untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan baru. Untuk basis Kelautan, daerah yang dibidik akan dikembangkan potensinya adalah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sementara untuk yang berbasis pertanian, daerah yang akan dikembangkan adalah Kalimantan dan Sulawesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×