kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah prioritaskan pembentukan BPJS program jaminan kesehatan


Selasa, 14 Juni 2011 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Kayu manis jadi obat herbal yang berkhasiat menurunkan asam urat.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono mengungkapkan, pemerintah lebih memprioritaskan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk program jaminan kesehatan ketimbang BPJS program jaminan pensiun dan hari tua.

Setelah program BPJS program jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, dan kematian serta program jaminan pensiun dan hari tua berjalan dengan baik, lantas program lainnya baru akan dijalankan.

Mengenai besaran premi atau iuran yang bakal dikenakan di BPJS kesehatan ini, Agung mengaku masih dalam proses pembahasan. "Tetapi ada pendapat 40.000 per keluarga, dari ada 60.000 per keluarga. itu namanya iuran bukan namanya premi," ujarnya.

Sebelumnya, pada rapat panitia kerja DPR tanggal 6 sampai 8 Juni lalu, telah disepakati pembentukan dua BPJS yaitu BPJS Program Jaminan Kesehatan, Kecelakaan Kerja dan Kematian, dan BPJS Program Jaminan Pensiun dan Hari Tua.

Dalam rapat tersebut, juga disepakati untuk mencantumkan substansi kepesertaan dan iuran ke dalam RUU BPJS namun pencantuman kedua ketentuan tersebut tidak dalam bab tersendiri namun dapat saja dicantumkan dalam bab-bab lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×