kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Pemerintah prioritaskan pembentukan BPJS program jaminan kesehatan


Selasa, 14 Juni 2011 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Kayu manis jadi obat herbal yang berkhasiat menurunkan asam urat.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono mengungkapkan, pemerintah lebih memprioritaskan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk program jaminan kesehatan ketimbang BPJS program jaminan pensiun dan hari tua.

Setelah program BPJS program jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, dan kematian serta program jaminan pensiun dan hari tua berjalan dengan baik, lantas program lainnya baru akan dijalankan.

Mengenai besaran premi atau iuran yang bakal dikenakan di BPJS kesehatan ini, Agung mengaku masih dalam proses pembahasan. "Tetapi ada pendapat 40.000 per keluarga, dari ada 60.000 per keluarga. itu namanya iuran bukan namanya premi," ujarnya.

Sebelumnya, pada rapat panitia kerja DPR tanggal 6 sampai 8 Juni lalu, telah disepakati pembentukan dua BPJS yaitu BPJS Program Jaminan Kesehatan, Kecelakaan Kerja dan Kematian, dan BPJS Program Jaminan Pensiun dan Hari Tua.

Dalam rapat tersebut, juga disepakati untuk mencantumkan substansi kepesertaan dan iuran ke dalam RUU BPJS namun pencantuman kedua ketentuan tersebut tidak dalam bab tersendiri namun dapat saja dicantumkan dalam bab-bab lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×