kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Pemerintah perlu meningkatkan anggaran kesehatan, ini pertimbangannya


Minggu, 05 Juli 2020 / 14:01 WIB
ILUSTRASI. Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, dih


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"Jangan sampai belanja kesehatan yang existing tak mampu mengkaver lonjakan pasien Covid-19. Konsekuensi dari adanya new normal adalah daerah-daerah yang terlalu cepat dilonggarkan menjadi episentrum baru," paparnya.

Maka dari itu, Bhima menekankan bahwa situasi krisis pada saat pandemi ini perlu dijadikan momentum oleh pemerintah untuk melakukan perbaikan dan pemerataan fasilitas kesehatan, khususnya di daerah tertinggal dan terluar.

Selain fungsi belanja di bidang kesehatan, pos belanja lain yang perlu menjadi prioritas di tahun depan adalah belanja pada bidang perlindungan sosial.

Baca Juga: Menko Airlangga sebut relaksasi dan stimulus KUR akan bangkitkan ekonomi

Prioritas belanja ini, dibutuhkan untuk mencegah peningkatan tingkat kemiskinan baru akibat pelaksanaan program pemulihan ekonomi yang dinilai lambat.

"Untuk anggaran belanja pada bidang ketertiban dan keamanan sebaiknya disamakan saja dengan tahun ini. Pasalnya, pelaksanaan pilkada serentak akan diadakan tahun ini, kecuali tahun depan ada event besar yang butuh pengamanan lebih," kata Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×