kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pemerintah pesimistis terhadap penerimaan PNBP karena faktor ini


Kamis, 22 Agustus 2019 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Pajak PPH


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

Dia menjelaskan, program yang akan dijalankan misalnya melihat performa royalti batubara. Kemudian dibandingkan dengan laporan pajak dan dokumen ekspor atau pengapalan.

Wawan menambahkan untuk PNBP layanan juga akan meningkat, dengan adanya penyesuaian tarif yang masih dalam jangkauan daya beli masyarakat.

“Ini lebih terkait juga pada volume layanan, termasuk peningkatan untuk pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) , terutama dari bekas kontraktor migas yang sudah selesai kontraknya,” kata Wawan.

Baca Juga: Analis: Sinyal stimulus tak cukup topang harga minyak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan ada empat upaya pemerintah untuk menggenjot PNBP. Pertama dengan pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang optimal, efektif, dan efisien.

Kedua, peningkatan efisiensi BUMN dan Kinerja BLU. Ketiga peningkatan pelayanan dan penyesuaian tarif. Keempat, penyempurnaan tata kelola.

Baca Juga: Empat nama kandidat Dirjen Migas bersaing ketat, siapa saja mereka?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×