Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan moneter untuk memperkuat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya dengan optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di tengah ketidakpastian global.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga 21 April 2026, posisi SRBI tercatat sebesar Rp 885,41 triliun.
Dari jumlah tersebut, kepemilikan investor nonresiden mencapai Rp165,98 triliun atau setara 18,75% dari total outstanding. Tingginya porsi kepemilikan asing ini mencerminkan kuatnya minat investor global terhadap instrumen moneter domestik.
Baca Juga: BI: Indikator Ekonomi RI Tetap Baik di Kuartal I-2026 Meski Ada Gejolak Global
“Optimalisasi instrumen moneter pro-market, termasuk SRBI, terus dilakukan untuk mendorong aliran masuk modal asing sehingga mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, SRBI menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam menarik dana asing ke pasar keuangan domestik, sekaligus memperkuat stabilitas eksternal.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, BI juga tetap memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar offshore dan domestik, serta penguatan kebijakan transaksi valuta asing.
Ke depan, bank sentral akan terus mengoptimalkan peran SRBI dan instrumen moneter lainnya guna menjaga kepercayaan investor serta stabilitas rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













