Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai kondisi perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang baik pada kuartal I 2026 meskipun di tengah tekanan dan ketidakpastian global yang meningkat.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, berbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 tetap meningkat, terutama ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong sehingga tetap baik di tengah memburuknya kondisi dan prospek ekonomi global,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Aturan Turunan UU PPRT Ditunggu, Penentu Arah Upah dan Sistem Kerja
Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan yang didukung oleh keyakinan pelaku ekonomi serta kondisi pendapatan masyarakat yang relatif terjaga. Selain itu, momentum perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H turut mendorong kenaikan permintaan domestik.
Dari sisi fiskal, belanja pemerintah juga tercatat meningkat seiring penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif, termasuk transfer ke daerah. Sementara itu, investasi, khususnya pada sektor bangunan, tetap tumbuh positif didorong oleh akselerasi proyek-proyek prioritas pemerintah.
Ke depan, BI menilai sinergi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral perlu terus diperkuat guna menjaga momentum pertumbuhan di tengah prospek ekonomi global yang melemah. Berbagai langkah kebijakan diarahkan untuk memitigasi dampak perlambatan ekonomi dunia sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan domestik.
Dalam hal ini, pemerintah terus mendorong program prioritas yang berfokus pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan permintaan domestik, serta menjaga ketahanan fiskal. Di sisi lain, BI akan memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah.
"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dalam kisaran 4,9%-5,7%," pungkas Perry.
Baca Juga: BI Sudah Borong SBN Rp 111,54 Triliun per 21 April 2026 untuk Perkuat Rupiah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Indonesia
- Perry Warjiyo
- sistem pembayaran
- kebijakan makroprudensial
- konsumsi rumah tangga
- kebijakan moneter
- kebijakan fiskal
- Prospek Ekonomi Global
- BI
- Investasi Bangunan
- Permintaan Domestik
- Belanja Pemerintah
- Gubernur BI Perry Warjiyo
- ekonomi Indonesia 2026
- Ekonomi Makro Indonesia
- pertumbuhan ekonomi Q1 2026
- Ketahanan Fiskal
- Kinerja Ekonomi Indonesia
- Proyek Prioritas Pemerintah
- Target Pertumbuhan Ekonomi 2026
- THR Idulfitri













