CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah minta tambahan kuota 1,87 juta kiloliter


Kamis, 09 Desember 2010 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. PT Visi Telekomunikasi Infrasturktur


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun 2010 sebesar 1,87 juta kiloliter (kl). Penambahan ini karena, kuota yang ada sekarang sudah menipis. Jika tidak ada penambahan, dipastikan bakal terjadi kelangkaan BBM bersubsidi.

Menteri ESDM Darwin Zahedi Saleh menjelaskan, realisasi BBM bersubsidi sampai akhir Desember nanti sebesar 38,38 juta kl. Jumlah ini lebih besar dari kuota BBM subsidi tahun ini yang hanya 36,5 juta kl. Penyebab lonjakan tersebut karena pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,9%, sementara asumsi pemerintah hanya 5,8%," ujar ujar Darwin dalam rapat kerja Kementrian ESDM dan Komisi VII, Kamis (9/12).

Darwin bilang, rata-rata konsumsi premium per bulan sekitar 200.000 Kilo liter. Untuk bulan Desember 2010, konsumsi diperkirakan sebesar 220.000 kl. Sebab, akhir tahun ada liburan Natal dan menjelang perayaan Tahun Baru, sehingga akan meningkatkan konsumsi premium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×