kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemerintah minta tambahan kuota 1,87 juta kiloliter


Kamis, 09 Desember 2010 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. PT Visi Telekomunikasi Infrasturktur


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun 2010 sebesar 1,87 juta kiloliter (kl). Penambahan ini karena, kuota yang ada sekarang sudah menipis. Jika tidak ada penambahan, dipastikan bakal terjadi kelangkaan BBM bersubsidi.

Menteri ESDM Darwin Zahedi Saleh menjelaskan, realisasi BBM bersubsidi sampai akhir Desember nanti sebesar 38,38 juta kl. Jumlah ini lebih besar dari kuota BBM subsidi tahun ini yang hanya 36,5 juta kl. Penyebab lonjakan tersebut karena pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,9%, sementara asumsi pemerintah hanya 5,8%," ujar ujar Darwin dalam rapat kerja Kementrian ESDM dan Komisi VII, Kamis (9/12).

Darwin bilang, rata-rata konsumsi premium per bulan sekitar 200.000 Kilo liter. Untuk bulan Desember 2010, konsumsi diperkirakan sebesar 220.000 kl. Sebab, akhir tahun ada liburan Natal dan menjelang perayaan Tahun Baru, sehingga akan meningkatkan konsumsi premium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×