kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemerintah minta rapat khusus lagi dengan DPR


Kamis, 09 Desember 2010 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Jaime Chocolate


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh berharap pembahasan soal pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak dilakukan hari ini. Menurutnya, kebijakan itu membutuhkan rapat khusus lagi dengan DPR.

"Harus ada agenda khusus untuk masalah itu," kata Darwin di sela-sela jeda rapat kerja dengan komisi VII, Kamis (9/12).

Nantinya, rapat khusus itu bukan hanya menyangkut opsi pembatasan saja. Namun, juga harus dibicarakan soal pengajuan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. "Tadi kemungkinan Senin, tapi belum diputuskan, itu tergantung rapat pimpinan."

Catatan saja, hari ini, Komisi Energi (VII) DPR menggelar rapat bersama Kementerian ESDM. Agendanya, membahas soal pengawasan distribusi BBM subsidi. Namun, pada rapat itu, Menteri ESDM juga mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi 1,87 juta kilo liter (KL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×