kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pemerintah minta rapat khusus lagi dengan DPR


Kamis, 09 Desember 2010 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Jaime Chocolate


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh berharap pembahasan soal pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak dilakukan hari ini. Menurutnya, kebijakan itu membutuhkan rapat khusus lagi dengan DPR.

"Harus ada agenda khusus untuk masalah itu," kata Darwin di sela-sela jeda rapat kerja dengan komisi VII, Kamis (9/12).

Nantinya, rapat khusus itu bukan hanya menyangkut opsi pembatasan saja. Namun, juga harus dibicarakan soal pengajuan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. "Tadi kemungkinan Senin, tapi belum diputuskan, itu tergantung rapat pimpinan."

Catatan saja, hari ini, Komisi Energi (VII) DPR menggelar rapat bersama Kementerian ESDM. Agendanya, membahas soal pengawasan distribusi BBM subsidi. Namun, pada rapat itu, Menteri ESDM juga mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi 1,87 juta kilo liter (KL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×