kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pemerintah minta rapat khusus lagi dengan DPR


Kamis, 09 Desember 2010 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Jaime Chocolate


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh berharap pembahasan soal pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak dilakukan hari ini. Menurutnya, kebijakan itu membutuhkan rapat khusus lagi dengan DPR.

"Harus ada agenda khusus untuk masalah itu," kata Darwin di sela-sela jeda rapat kerja dengan komisi VII, Kamis (9/12).

Nantinya, rapat khusus itu bukan hanya menyangkut opsi pembatasan saja. Namun, juga harus dibicarakan soal pengajuan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. "Tadi kemungkinan Senin, tapi belum diputuskan, itu tergantung rapat pimpinan."

Catatan saja, hari ini, Komisi Energi (VII) DPR menggelar rapat bersama Kementerian ESDM. Agendanya, membahas soal pengawasan distribusi BBM subsidi. Namun, pada rapat itu, Menteri ESDM juga mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi 1,87 juta kilo liter (KL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×