kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.821   26,00   0,15%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

Pemerintah minta rapat khusus lagi dengan DPR


Kamis, 09 Desember 2010 / 15:19 WIB
Pemerintah minta rapat khusus lagi dengan DPR
ILUSTRASI. Jaime Chocolate


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh berharap pembahasan soal pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak dilakukan hari ini. Menurutnya, kebijakan itu membutuhkan rapat khusus lagi dengan DPR.

"Harus ada agenda khusus untuk masalah itu," kata Darwin di sela-sela jeda rapat kerja dengan komisi VII, Kamis (9/12).

Nantinya, rapat khusus itu bukan hanya menyangkut opsi pembatasan saja. Namun, juga harus dibicarakan soal pengajuan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. "Tadi kemungkinan Senin, tapi belum diputuskan, itu tergantung rapat pimpinan."

Catatan saja, hari ini, Komisi Energi (VII) DPR menggelar rapat bersama Kementerian ESDM. Agendanya, membahas soal pengawasan distribusi BBM subsidi. Namun, pada rapat itu, Menteri ESDM juga mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi 1,87 juta kilo liter (KL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×