Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan akan memberikan diskon tarif tol sebagai bagian dari paket insentif transportasi pada periode mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan diskon tarif tol telah masuk dalam daftar program stimulus yang dipersiapkan pemerintah menjelang Lebaran tahun depan.
Secara tidak langsung, Airlangga menjelaskan bahwa insentif tarif tol merupakan bagian dari paket stimulus transportasi yang lebih luas. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung kebijakan tersebut.
“Untuk menjelang hari raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan,” ujar Airlangga usai membuka Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Beban Negara Bertambah: Defisit Rp 1,6 Triliun Bayangi Tol Serang-Panimbang
Airlangga menambahkan, total anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk berbagai insentif transportasi mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar Rp200 miliar.
Namun, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara rinci mekanisme diskon tarif tol, termasuk ruas tol yang akan mendapatkan potongan tarif, besaran diskon, serta durasi pemberlakuannya.
Ia menyebutkan, detail pelaksanaan insentif akan diumumkan secara resmi dan terintegrasi dengan sistem pemesanan daring masing-masing moda transportasi.
“Nah nanti ada jadwalnya, akan diberikan jadwal dan karena transportasi kan bisa dipesennya secara online. Nah tentu dalam website daripada penerbangan, kereta api maupun kapal laut,” kata Airlangga.
Sementara itu, dari sisi operator, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan hingga kini belum menerima arahan resmi pemerintah terkait implementasi diskon tarif tol Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa pemberian diskon tarif tol bukan semata soal potongan harga.
“Proses seperti ini tentu dilihat apakah pemerintah memberikan program ini atau tidak. Satu hal paling penting, pemberian diskon itu bukan sekadar diskon, tetapi untuk melakukan distribusi waktu perjalanan masyarakat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada hari tertentu,” ujar Rivan dalam keterangannya yang dikutip Kontan, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Sebanyak 406.770 Kendaraan Gunakan 5 Ruas Tol Fungsional Gratis pada Nataru 2025/2026
Di luar kebijakan diskon tarif, Jasa Marga memastikan akan membuka empat ruas jalan tol secara fungsional dan gratis selama periode mudik Lebaran 2026. Pembukaan tol fungsional ini ditujukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan macet.
Rivan menyebut, empat ruas tol fungsional tersebut memiliki total panjang mencapai 121,64 kilometer dan tersebar di sejumlah koridor utama. Ruas tersebut meliputi Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Tol Yogyakarta–Bawen segmen Ambarawa–Bawen, Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani, serta Tol Probolinggo–Banyuwangi tahap awal Probolinggo–Besuki.
Menurut Rivan, keberadaan tol fungsional gratis ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk mendukung kelancaran arus mudik, sembari menunggu seluruh ruas tersebut beroperasi penuh secara komersial.
Selanjutnya: Satgas PASTI Hentikan 2.263 Entitas Pinjaman Online Ilegal per Januari 2026
Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Airlangga Hartarto
- Tol Japek II Selatan
- Diskon Tarif Tol
- Tol Jogja-Solo
- Rivan A. Purwantono
- Mudik Lebaran 2026
- diskon tol Lebaran 2026
- tarif tol mudik 2026
- insentif transportasi Lebaran
- tol fungsional gratis
- Jasa Marga mudik
- arus mudik 2026
- paket stimulus transportasi
- tol Jogja-Bawen
- tol Probolinggo-Banyuwangi
- biaya mudik Lebaran
- pemerintah mudik 2026













