kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah masih evaluasi libur Lebaran 2018


Rabu, 02 Mei 2018 / 17:25 WIB
ILUSTRASI. MENKO PMK PUAN MAHARANI


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani, perpanjangan cuti bersama akan menunda jadwal produksi, pengiriman barang dan target industri.

Untuk menutup efek pergeseran itu, dunia usaha harus menanggung beban tambahan. "Akan ada overtime untuk mengejar efek liburan," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (1/5).

Kedua, tingkat produktivitas pekerja rendah dan berdampak pada penurunan produktivitas perusahaan. Menurut pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, perpanjangan cuti Lebaran bisa menunda pengiriman barang tujuan ekspor. Ujungnya, eksportir bisa kena denda.

Ketiga, masa libur yang panjang juga berefek negatif bagi pasar modal. Selain mengurangi pendapatan broker, otoritas bursa maupun pajak, investor juga bisa dirugikan.

Sebab, investor tidak bisa segera mengambil posisi seirama sentimen yang berkembang di pasar global. Keempat, Produk Domestik Bruto (PDB) dari bisnis perdagangan dan investasi akan menyusut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×