kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pemerintah masih evaluasi libur Lebaran 2018


Rabu, 02 Mei 2018 / 17:25 WIB
ILUSTRASI. MENKO PMK PUAN MAHARANI


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani, perpanjangan cuti bersama akan menunda jadwal produksi, pengiriman barang dan target industri.

Untuk menutup efek pergeseran itu, dunia usaha harus menanggung beban tambahan. "Akan ada overtime untuk mengejar efek liburan," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (1/5).

Kedua, tingkat produktivitas pekerja rendah dan berdampak pada penurunan produktivitas perusahaan. Menurut pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, perpanjangan cuti Lebaran bisa menunda pengiriman barang tujuan ekspor. Ujungnya, eksportir bisa kena denda.

Ketiga, masa libur yang panjang juga berefek negatif bagi pasar modal. Selain mengurangi pendapatan broker, otoritas bursa maupun pajak, investor juga bisa dirugikan.

Sebab, investor tidak bisa segera mengambil posisi seirama sentimen yang berkembang di pasar global. Keempat, Produk Domestik Bruto (PDB) dari bisnis perdagangan dan investasi akan menyusut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×