kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Pemerintah Indonesia Buka Akses Impor Pertanian AS Senilai Rp 75,98 Triliun


Jumat, 20 Februari 2026 / 14:48 WIB
Pemerintah Indonesia Buka Akses Impor Pertanian AS Senilai Rp 75,98 Triliun
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Lailatul Anisah) . Indonesia membuka keran impor lebih besar bagi produk pertanian Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan dagang terbaru


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Indonesia membuka keran impor lebih besar bagi produk pertanian Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan dagang terbaru yang diumumkan Gedung Putih.

Dalam fact sheet resmi yang dirilis Gedung Putih, Pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut perjanjian ini akan memberi akses pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi sektor pertanian AS.

"Hari ini, Pemerintahan Trump merampungkan perjanjian perdagangan bersejarah dengan Indonesia yang akan memberikan akses pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Amerika serta membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan digital AS," tulis dokumen tersebut, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Ada Sektor Baru dalam Kesepakatan Ekonomi RI–AS Usai Prabowo–Trump Bertemu, Apa Saja?

Salah satu poin pentingnya adalah komitmen pembelian produk pertanian AS senilai lebih dari US$ 4,5 miliar atau setara Rp 75,98 triliun (kurs Rp 16.884 per dollar As) . Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Washington menekan defisit perdagangan barangnya dengan Indonesia yang saat ini tercatat sebagai mitra defisit terbesar ke-15 bagi AS.

Gedung Putih menegaskan bahwa kesepakatan tersebut akan membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan digital Amerika.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Indonesia memberikan fasilitas tarif 0% untuk sejumlah produk pertanian utama asal AS, terutama kedelai (soybean) dan gandum (wheat).

"Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif 0%, karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian, kemudian juga soybean sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun wheat dalam hal ini noodle (mie) ataupun dalam bentuk tahu dan tempe," ungkap Airlangga dalam konfrensi pers virtual dari Washington DCAS, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan bahwa kebijakan ini justru menjaga daya beli masyarakat. Produk turunan kedelai dan gandum seperti tahu, tempe, dan mi instan tidak akan terkena beban biaya tambahan.

“Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” katanya.

Menurut Airlangga, dampak utama perjanjian ini adalah stabilitas harga pangan pokok berbasis impor. Indonesia memang tidak memproduksi kedelai dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan industri makanan nasional.

“Dampak dari perjanjian ini adalah pertama kita tidak memiliki beban impor bahan baku untuk makanan esensial seperti tahu dan tempe serta untuk mi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Jadi tidak ada tekanan inflasi dari komponen ini karena makanan ini diproduksi oleh sektor pertanian di AS," ujarnya.

Kesepakatan ini memberikan kepastian pasar bagi produk agrikultur negara Paman Sam tersebut. Dengan nilai pembelian produk pertanian AS mencapai US$ 4,5 miliar, kerja sama ini berpotensi meningkatkan arus impor komoditas pertanian AS ke Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus menyeimbangkan defisit neraca dagang AS atas Indonesia.

Baca Juga: KPK Ungkap Alasan Belum Jerat Biro Travel Dalam Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Selanjutnya: Harga Emas Naik, Jumat (20/2), Investor Masih Tunggu Sinyal Arah Bunga The Fed

Menarik Dibaca: 10 Promo Bukber 2026: Ramadhan Makin Nikmat & Hemat di Gokana hingga HokBen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×