kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.810   -86,39   -1,47%
  • KOMPAS100 753   -11,86   -1,55%
  • LQ45 574   -10,00   -1,71%
  • ISSI 201   -1,88   -0,93%
  • IDX30 325   -5,86   -1,77%
  • IDXHIDIV20 401   -6,87   -1,69%
  • IDX80 86   -1,40   -1,61%
  • IDXV30 108   -1,32   -1,20%
  • IDXQ30 105   -1,79   -1,67%

Pemerintah Cemas Inflasi Melejit


Kamis, 15 Juli 2010 / 13:35 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bukan hanya pengusaha saja yang cemas dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Pemerintah juga serupa.

Sebab, pemerintah cemas bila kenaikan tarif setrum ini akan menyengat laju inflasi. Menteri Keuangan Agus Martowardojo memperkirakan kenaikan TDL akan memicu inflasi naik rata-rata 0,2% hingga 0,3%.

Pemerintah semakin cemas lantaran beberapa bulan mendatang ada hari besar keagamaan. Agus khawatir perayaan tersebut bakal membuat harga-harga kebutuhan membubung tinggi. Apalagi pada bulan ini ada pendaftaran masuk sekolah dan liburan. "Ditambah musim hujan berkepanjangan," kata Agus seusai Rapat Paripurna DPR, Kamis (15/7).

Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi bulan lalu sangat tinggi. Secara year on year, inflasi Juni lalu sebesar 5,05%. Pemerintah sendiri menargetkan inflasi tahun ini sebesar 5,3%. Kendati demikian, Agus mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan dana cadangan untuk mengontrol harga bahan makanan pokok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×