kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.032   32,00   0,19%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Pemerintah Belum Tetapkan Vaksinasi Covid-19 Sebagai Program Berkelanjutan


Selasa, 31 Mei 2022 / 19:08 WIB
ILUSTRASI. Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/rwa.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vaksinasi Covid-19 awalnya hanya diberikan dengan rezim dua dosis atau dua kali suntikan dengan rentang waktu tertentu.

Seiring dengan munculnya varian baru dan menurunnya antibodi yang terbentuk, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan perlunya dosis ketiga atau booster dari vaksinasi Covid-19.

Plt. Dir. Pengelolaan Imunisasi, Kementerian Kesehatan Prima Yosephine menyebut, meski ada vaksinasi dosis ketiga, pemerintah belum menentukan apakah ke depan vaksinasi Covid-19 akan dilanjutkan seperti program imunisasi lainnya saat sudah tidak pandemi. Penentuan tersebut akan menunggu rekomendasi yang diberikan WHO.

"WHO sekalipun belum mengeluarkan statement atau rekomendasi terkait pemberian vaksinasi covid-19 saat sudah tidak pandemi lagi," kata Prima dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (31/5).

Baca Juga: Tren Laju Vaksinasi Covid-19 Mengalami Penurunan, Ini Sebebnya

Oleh karenanya pemerintah belum dapat memastikan apakah vaksinasi Covid-19 akan menjadi vaksinasi rutin atau menjadi vaksinasi pilihan seperti vaksin influenza. Seperti diketahui, vaksinasi influenza menjadi salah satu vaksin yang diberikan saban tahunnya dan bersifat pilihan bagi masyarakat.

Adapun untuk penetapan vaksin Covid-19 apakah akan digunakan berkelanjutan sebagai vaksin program atau vaksin pilihan, pemerintah akan melakukan studi lebih lanjut.

"Akan ada studi kajian yang menilai kadar imunitas setelah kita memberikan vaksinasi primer lengkap disertai dengan booster satu dosis, bagaimana status imunitas, dan apakah mungkin perlu lagi pemberian imunisasi ini secara berkelanjutan," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×