kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Pemerintah belum akan revisi harga minyak di APBN


Selasa, 22 Februari 2011 / 12:21 WIB
ILUSTRASI. Mandiri online merupakan integrasi dari dua channel pembayaran, Mandiri Internet dan Mandiri Mobile, menawarkan layanan perbankan berbasis TI yang memudahkan nasabah memperoleh informasi tentang seluruh produk perbankan sekaligus melakukan transaksi keuan


Reporter: Yudho Winarto

BOGOR. Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan seiring memanasnya politik di kawasan Timur Tengah. Bahkan, harga minyak Brent melambung lagi di London, menembus rekor tertinggi di 2008.

Meski demikian, pemerintah tampaknya masih tenang-tenang saja. Menteri Keuangan, Agus Martowodojo melihat kenaikan harga minyak sekarang sifatnya sementara. "Karena faktor politik di Tim Teng. Kalau sudah reda akan turun dan akan pantau terus," katanya di Istana Bogor, Selasa (22/2).

Tak heran jika Agus memastikan belum akan merevisi harga minyak dalam APBN. Di mana asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan US$ 80 per barel. Perhitungan ini berdasarkan kondisi di Mesir di mana harga minyak menyentuh US$ 100 per barel, namun akhirnya kembali turun.

Kemarin (21/2), harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman April mencapai US$ 105,8 per barel yang merupakan harga tertinggi sejak 25 September 2008. Ini terjadi sesaat setelah putra Muammar Khadaffi, pemimpin Libya, menyatakan perang saudara mungkin pecah. Libya adalah penghasil minyak terbesar ke-8 dalam Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×