kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah akan perluas cakupan bansos, ini kata ekonom


Senin, 27 Juli 2020 / 20:03 WIB
ILUSTRASI. Menteri Sosial RI Juliari P Batubara (kedua kiri) bersama Wakil Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) memberikan bantuan sosial untuk keluarga veteran Seroja, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/6/2020). Kementerian Sosial mendistribusikan 1.000 paket sembako Bant


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, menambah cakupan KPM juga berarti mendorong konsumsi rumah tangga (RT) untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia memperkirakan, dengan melihat kapasitas anggaran di tahun depan, kemungkinan pemerintah bisa berjalan dengan penerima bansos sebanyak 29 juta KPM.

Hal ini, karena proses konsolidasi anggaran masih akan berlanjut di tahun depan, sehingga pembagian belanja masih perlu dilakukan secara proporsional antara belanja bansos, serta belanja lainnya sepertinya belanja kesehatan.

Baca Juga: PBI dinilai belum berhasil ungkit devisa hasil ekspor

"Apabila mengacu pada nilai, saya kira sudah cukup proporsional. Hanya saja, menurut saya kartu sembako perlu dipertimbangkan diubah bentuknya dalam bentuk cash saja atau Bantuan Langsung Tunai (BLT). Mengingat pemberian bentuk cash bisa memberikan efek mulitplier yang lebih besar terhadap perekonomian," kata Yusuf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×